Page 103 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 103

Menaker Ida mengungkapkan, persoalan selama ini terjadi dimulai dari proses pemberian izin
              bagi perusahaan yang akan menempatkan awak kapal, proses rekrutmen dan pendataan, proses
              pelatihan dan sertifikasi, proses pelatihan calon awak kapal, dan juga proses pengawasannya.

              "Tahapan-tahapan  tersebut  mutlak  kita  lakukan  evaluasi  dan  langkah-langkah  pembenahan
              agar dampak masalah yang ditimbulkan nantinya pada saat mereka bekerja di atas kapal dapat
              diminimalisir secaran signifikan," kata Menaker Ida.

              Menaker  Ida  juga  mengungkapkan  bahwa  Undang-Undang  Nomor  18  Tahun  2017  tentang
              Pelindungan  Pekerja  Migran  Indonesia  (PPMI)  secara  jelas  menyatakan  bahwa  awak  kapal
              perikanan  Indonesia  yang  bekerja  di  kapal  berbendera  asing  merupakan  bagian  dari  PMI.
              Pelindungan PMI mencakup pelindungan sebelum, selama, dan setelah bekerja.

              "PMI juga dilindungi dari segi hukum, sosial, dan ekonomi," ujarnya.

              UU Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang baru tersebut disebutnya telah merumuskan
              dan melindungi hak dan kewajiban PMI beserta keluarganya. Namun ia mengakui bahwa dalam
              kenyataannya, masih terjadi kekerasan dan perbudakan modern di laut serta masih banyak hak-
              hak PMI berikut keluarganya yang dilanggar.

              Menaker Ida berpandangan, dalam rangka mewujudkan tata kelola penempatan awak kapal
              migran yang lebih baik, pendayagunaan potensi laut nasional beserta isi yang terkandung di
              dalamnya  mutlak  dilakukan  untuk  kepentingan  bersama,  sehingga  laut  Indonesia  dapat
              dimanfaatkan oleh rakyatnya sendiri.

              "Sehingga  kedepannya  para  nelayan  atau  pun  awak  kapal  perikanan  kita  tidak  lagi  hanya
              bekerja di kapal asing tapi juga kapal Indonesia yang baik," jelasnya.

              (*).
   98   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108