Page 260 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 260

Menurut  Alexander Marwata,  potensi  persoalan  dalam  program  andalan  Presiden  Jokowi  itu
              karena kerja sama dengan 8 platform digital tidak melalui mekanisme Pengadaan Barang dan
              Jasa (PBJ), serta terdapat konflik kepentingan.

              "Terdapat  konflik  kepentingan  pada  5  dari  8  platform  digital  dengan  Lembaga  Penyedia
              Pelatihan,"  kata  Alexander  saat  konferensi  pers  di  Markas  KPK,  Jakarta  Selatan,  Kamis
              (18/6/2020).

              Ia  menambahkan,  sebanyak  250  pelatihan  dari  1.895  pelatihan  yang  tersedia  adalah  milik
              Lembaga Penyedia Pelatihan (LPP) yang memiliki konflik kepentingan dengan platform digital.

              Alex  menjelaskan  dalam  proses  pendaftaran  Kementerian  Ketenagakerjaan  dan  BPJS
              Ketenagakerjaan  telah  mengompilasi  data  pekerja  yang  terkena  PHK  dan  sudah
              memadankannya dengan NIK yang berjumlah 1,7 juta pekerja terdampak.

              Hanya saja, tutur Alex, fakta di lapangan memperlihatkan sebagian kecil dari pekerja terdampak
              yang  mendaftar  secara  daring,  yaitu  143  ribu.  Sedangkan  sebagian  besar  peserta  yang
              mendaftar untuk tiga gelombang yaitu 9,4 juta pendaftar bukan target yang disasar program
              kartu prakerja.

              "Penggunaan fitur face recognition untuk kepentingan pengenalan peserta dengan anggaran
              Rp30,8 miliar tidak efisien. Penggunaan NIK dan keanggotaan BP Jamsostek sudah memadai,"
              ujarnya.

              Selain itu, Alex mengatakan materi pelatihan tidak dilakukan dengan kompetensi yang memadai.
              Ia mengungkapkan pelatihan yang memenuhi syarat baik materi maupun penyampaian secara
              daring hanya 13 persen dari 1.895 pelatihan (Himpunan Lembaga Latihan Seluruh Indonesia).

              Dari jumlah 327 sampel pelatihan yang diperoleh, Alex menyatakan hal tersebut tersedia juga
              di jejaring internet dan tidak berbayar.
              "Hasilnya 89 persen dari pelatihan tersedia di internet dan tidak berbayar termasuk di laman
              prakerja.org," ungkap Alex.

              Potensi Pelatihan Daring yang Merugikan Negara  Di samping itu, Alex mengatakan pihaknya
              juga mendapati metode pelatihan yang dilakukan secara daring berpotensi fiktif, tidak efektif
              dan  merugikan  keuangan  negara.  Pasalnya,  metode  pelatihan  satu  arah  dan  tidak  memiliki
              mekanisme pengawasan atas penyelesaian pelatihan yang sesungguhnya oleh peserta.

              Hal  itu  terlihat  dari  lembaga  pelatihan  yang  menerbitkan  sertifikat  meskipun  peserta  belum
              menyelesaikan keseluruhan paket pelatihan yang telah dipilih. Dan, peserta sudah mendapat
              insentif meski belum menyelesaikan seluruh pelatihan yang sudah dibeli. Sementara itu, negara
              tetap membayar pelatihan yang tidak diikuti peserta tersebut.

              Berdasarkan temuan di atas, KPK memberikan sejumlah rekomendasi untuk perbaikan teknis
              pelaksanaan program Kartu Prakerja.

              Di  antaranya,  peserta  yang  disasar  pada  pekerja  terdampak  tidak  perlu  mendaftar  daring
              melainkan dihubungi manajemen pelaksana sebagai peserta program; Penggunaan NIK sebagai
              identifikasi  peserta  sudah  memadai,  tidak  perlu  dilakukan  penggunaan  fitur  lain  yang
              mengakibatkan penambahan biaya.

              Dan, Komite agar meminta pendapat hukum ke Jamdatun-Kejaksaan Agung RI tentang kerja
              sama dengan 8 platform digital itu apakah termasuk dalam cakupan pengadaan barang/jasa
              (PBJ) pemerintah.
   255   256   257   258   259   260   261   262   263   264   265