Page 263 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 263

PENGAMAT: KINERJA MENTERI EKONOMI PAYAH

              Jakarta,  HanTer    -  Pengamat  ekonomi  dari  Asosiasi  Ekonomi  Politik  Indonesia  (AEPI),
              Salamuddin  Daeng  mengakui  jika  jajaran  menteri  yang  membantu  Joko  Widodo  (Jokowi)
              khususnya  menteri  dibidang  ekonomi  payah.  Apalagi  kebanyakan  menteri-menteri  itu  tidak
              memiliki pengalaman 'turn around' (membalikkan situasi) baik secara makro maupun korporasi.

              Bahkan,  lanjutnya,  ada  di  antara  menteri  ekonomi  Jokowi  yang  membuat  skandal-skandal
              keuangan dan 'abuse of power' untuk kepentingan bisnis dan kelompok.

              "Tampaknya demikian (tim ekonomi Jokowi payah). Kinerja Mereka buruk. Ini terlihat lima tahun
              sebelum wabah corona," ujar Salamudin Daeng kepada Harian Terbit, Rabu (17/6/2020).

              Salamudin menilai, keberadaan menteri Jokowi belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
              Dia menyarankan, jika menteri-menteri tersebut tidak diganti maka mereka harus belajar, buka
              pikiran (open mind), lepaskan segala bentuk urusan pribadi dan koncoisme. Selain itu mereka
              juga harus membebaskan diri dari tekanan oligarki taipan.

              "Para  menteri  Jokowi  harus  fokus  mengabdi  pada  bangsa.  Dengan  begitu  mereka  akan
              menemukan jalannya ekonomi yang berpijak pada konstitusi," paparnya.

              Kepentingan    Sementara  itu,  pengamat  kebijakan  publik  dari  Institute  for  Strategic  and
              Development (ISDS) Aminudin juga mengatakan, pemerintahan Jokowi periode pertama hingga
              kedua memang tidak bisa di andalkan. Karena pemerintahannya banyak conflict interest di pusat
              kekuasaan sehingga utang negara melambung tinggi. Sementara pertumbuhan ekonomi justru
              rendah.

              "Bahkan tahun 2020 ini Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani prediksi pertumbuhan ekonomi
              RI kwartal ke 2 tahun 2020 bakal mengalami kontraksi atau minus 3,1 persen," ujarnya.

              Gus Amin, panggilan akrab Aminudin menyebut, selama pemerintah Jokowi berkuasa 7 tahun
              hanya menimbulkan utang sekitar 3 kali lipat dibanding akhir pemerintah SBY 2014. Apalagi
              pertumbuhan ekonomi sangat rendah bahkan negatif.

              "Ini berarti sedang terjadi kerusakan ekonomi yang parah dari suatu negara. Apalagi saat ini
              banyak dunia usaha yang gulung tikar, PDB turun, PHK meluas dan penghasilan rakyat turun
              tajam," jelasnya.

              Aminudin  mengungkapkan,  negatifnya  pertumbuhan  ekonomi  di  era  pemerintahan  Jokowi
              sesuai dengan data yang disampaikan Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso,
              bahwa  saat  ini  sebanyak  3,05  juta  orang  pekerja  di  Indonesia  yang  terdampak  (PHK  dan
              dirumahkan).

              Dalam paparannya, Susiwijono menjelaskan data 3,05 juta pekerja yang terdampak virus corona
              tersebut bersumber dari data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Juni 2020.

              "Kemenaker Ida Fauziyah itu juga memperkirakan akan ada tambahan pengangguran sebanyak
              5,23 juta jiwa apabila virus corona terus meluas," tandasnya..
   258   259   260   261   262   263   264   265   266   267   268