Page 268 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 268
Lanjut, Ariev mengatakan bahwa sebagai bentuk transparansi nantinya peserta Tapera bisa
melihat langsung penggunaan uang tabungannya. Sehingga nasabah bisa melihat langsung
lewat situs resmi BP Tapera.
Selain itu, setiap peserta dapat memantau iurannya sendiri setiap hari di situs resmi Tapera
maupun situs Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
"Kita juga maunya transparansi dana kita tampil di web kita. Kalau tidak, kan ada di web KSEI,
bisa dilihat dana Tapera berapa di sana," kata dia.
Maka dari itu, Ariev menegaskan setiap peserta bisa melihat perkembangan dana Taperanya
masing-masing setiap hari.
"Jadi kita sebagai pemilik dana bisa melihatnya, uang saya berapa," ujarnya.
Pada program ini gaji peserta Tapera akan dipotong sebesar 3 persen untuk dikelola menjadi
tabungan perumahan rakyat.
Tentunya konsep ini bukan hal yang pertama kalinya di dunia. Beberapa negara seperti
Singapura, Jepang, Korea Selatan juga telah melakukannya.
Bahkan potongan gaji yang dilakukan pemerintah negara lain lebih besar jika dibandingkan
dengan Indonesia. Di Singapura, gaji tiap karyawan dipotong 35 persen untuk semua jenis
jaminan sosial.
"Malah di Singapura sudah sampai 35 persen pemotongannya, kalau dibandingkan dengan
Indonesia itu kan jauh lebih kecil," kata Deputi Komisioner BP Tapera Bidang Pemanfaatan Dana
Tapera, Ariev dalam program Ruang Merdeka bertajuk 'Membedah Tapera' di Jakarta, Rabu
(17/6).
Ariev melanjutkan hampir seluruh dunia memberlakukan kewajiban pajak. Hanya saja
komunikasi yang dibangun di negara lain dibangun lebih baik. Sehingga pemotongan gaji
pegawai untuk kebutuhan bersama seperti perumahan ini tidak menjadi masalah.
Di mencontohkan gaji pegawai di Jerman akan tetap sama meski ada berbagai kebijakan dari
pemerintah setempat. Bagi pegawai di sana mereka hanya terima bersih upah dari
pekerjaannya.
"Misalnya gajinya EUR1000, apapun kalau ada tambahan ya tetap EUR1000, yang dia tahu pajak
itu. Sudah bersih setelah potongan dan itu yang mereka biasa lakukan," tutur Ariev.
Sementara di Indonesia, berbagai potongan dari gaji dibayarkan secara terpisah. Misalnya
pembayaran BPJS Kesehatan dan jaminan sosialnya lainnya. Hal ini mengesankan banyak
potongan dari hasil pendapatan. Padahal, dengan adanya program ini mendorong masyarakat
yang konsumtif dan sulit menabung menjadi punya tabungan.
"Dengan adanya pemotongan dari Tapera yang biasanya kita konsumtif jadi enggak bisa
nabung, jadi bisa menabung," pungkas Ariev..

