Page 267 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 267
Ringkasan
Semenjak Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah meneken Peraturan Pemerintah Nomor
25/2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat ( Tapera ) awal Juni lalu.
Pasalnya program Tapera memang sudah diinisiasi sejak 2016 lalu itu, rencananya akan
menghimpun dana masyarakat pekerja, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS), Tentara Negara
Indonesia (TNI), Polri, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD),
dan pekerja swasta, serta pekerja mandiri untuk pembiayaan perumahan.
3 FAKTA DANA TAPERA, DIINVESTASIKAN KE REKSADANA HINGGA POTONG GAJI
PEKERJA
Jakarta - Semenjak Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah meneken Peraturan Pemerintah
Nomor 25/2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat ( Tapera ) awal Juni
lalu.
Pasalnya program Tapera memang sudah diinisiasi sejak 2016 lalu itu, rencananya akan
menghimpun dana masyarakat pekerja, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS), Tentara Negara
Indonesia (TNI), Polri, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD),
dan pekerja swasta, serta pekerja mandiri untuk pembiayaan perumahan.
Namun, isu Tapera kini menjadi ramai diperbincangkan dan tentunya muncul pro kontra terkait
hal tersebut, yang mengomentari dari berbagai sudut baik mulai dari pengusaha, ekonom,
buruh, dan lainnya.
Kendati begitu, tentunya Anda penasaran hal apa saja yang menjadi perbincangan, dan
bagaimana dengan cara kerja dari program Tapera ini, simak fakta-fakta yang telah disiapkan
oleh pemerintah terkait pengelolaan dana Tapera, yang dirangkum oleh Kamis (18/6/2020).
1. Dana Tapera Diinvestasikan ke Reksadana Menurut Informasi dari Deputi Komisioner BP
Tapera Bidang Pemanfaatan Dana Tapera, Ariev Baginda Siregar, mengatakan pengelolaan
dana tabungan perumahan rakyat ( Tapera ) akan diinvestasi dengan baik secara kontrak.
Salah satunya, investasi dalam Reksadana.
"Tapera ini diinvestasikan dikontrak investasi seperti reksadana," kata Deputi Komisioner BP
Tapera Bidang Pemanfaatan Dana Tapera, Ariev Baginda Siregar di Jakarta, Rabu (17/6/2020).
Proses investasi yang dana Tapera akan dibantu manajer investasi. Investasi ini berdasarkan
kebijakan investasi portofolio sebagaimana telah diatur dalam PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang
Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
Dana Tapera bisa diinvestasikan melalui surat berharga negara (SBN), surat utang daerah atau
surat utang koperasi yang berhubungan dengan perumahan.
Kemudian dana yang masuk juga tidak akan disimpan oleh BP Tapera , melainkan disimpan di
bank kustodi. "Uangnya disimpan di bank kustodi bukan di bank milik Tapera," kata Ariev.
Ariev menjelaskan, dalam menentukan jenis investasi yang digunakan BP Tapera perlu
mengusulkan kepada dewan komite yang dalam hal ini Kementerian Keuangan dan Kementerian
Ketenagakerjaan. Selain itu, BP Tapera juga akan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Karena Tapera industri keuangan nonbank maka akan diawasi OJK," kata dia.

