Page 301 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 301

RATUSAN TKA CHINA MASUK SULAWESI TENGGARA, KEAHLIAN MEREKA
              DIPERTANYAKAN, PAN KRITISI PEMERINTAH

              TRIBUNPEKANBARU.COM -        Ratusan pekerja asing asal China diizinkan bekerja di  Sulawesi
              Tenggara  , kompetensi dan skil mereka dipertanyakan.

              Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi  PAN  Saleh Daulay mengaku, tidak tahu pasti apa keahlian
              yang dimiliki ratusan Tenaga Kerja Asing ( TKA ) asal China yang diizinkan pemerintah bekerja
              di  Konawe  ,  Sulawesi Tenggara  .

              Ia mengkritisi jika Tenaga Kerja Asing ( TKA ) asal China itu tidak memiliki skil mumpuni, atau
              hanya pekerja biasa, itu harus ditolak dan mempekerjakan masyarakat tempatan.

              Saleh berpendapat, sebaiknya pekerjaan tersebut diprioritaskan untuk tenaga kerja Indonesia.

              "Selayaknya, pemerintah memprioritaskan penyediaan lapangan pekerjaan kepada WNI yang
              di-PHK," kata Saleh saat dihubungi, Rabu (17/6/2020).

              "Kalau hanya pekerjaan biasa saja, pekerjaan itu mestinya dipercayakan kepada WNI. Dengan
              begitu, dampak dari masuknya investasi asing bisa dirasakan masyarakat," sambung dia.
              Saleh mengatakan, akan menjadi tidak elok apabila investor mendapatkan apa yang menjadi
              haknya seperti izin mengeksplorasi Sumber Daya Alam (SDA).

              Namun, tidak menggunakan pekerja dalam negeri.

              "Kan tidak elok jika investor dapat banyak. Mereka sudah mendapat izin eksplorasi SDA, lalu
              membawa tenaga kerja sendiri, hasil produksinya nanti dibawa ke negaranya. Lalu, apa lagi
              yang tersisa untuk kita?," ujar dia.

              Saleh  berpendapat,  meskipun  pemerintah  tetap  mengizinkan  TKA,  sebaiknya  izin  itu  tetap
              selektif.

              Misalnya bagi tenaga kerja yang benar-benar dibutuhkan di Indonesia.

              "Kalaupun ada yang harus masuk, harus pekerja yang betul-betul super luar biasa. Artinya,
              tanpa pekerja itu, semua investasi yang ada tidak bisa dijalankan," ucap dia.

              Lebih lanjut, Saleh mengatakan, dirinya tetap menolak ratusan TKA asal China masuk ke dalam
              negeri di masa pandemi ini.

              Pasalnya, penyebaran Covid-19 di Tanah Air masih meningkat.

              "Local transmission saja sudah sangat mengkhawatirkan. Apalagi kalau nanti TKA itu membawa
              virus dari negaranya (imported case). Konsekuensinya besar. Apalagi, jumlah TKA yang masuk
              itu banyak," lanjut dia.

              Sebelumnya diberitakan, Gubernur  Sulawesi Tenggara  Ali Mazi berubah sikap soal TKA asal
              China yang akan membangun smelter di daerahnya.
              Kini Ali mengizinkan para pekerja asing itu datang ke  Konawe  ,  Sulawesi Tenggara  , untuk
              bekerja.

              Ali memperbolehkan masuknya 500 TKA asal China itu karena sudah mendapatkan izin dari
              pemerintah pusat.

              "Kita  pemerintah  daerah  tidak  boleh  bertentangan  dengan  pemerintah  pusat,"  kata  Ali  saat
              diwawancarai Kompas TV, Selasa (16/6/2020).
   296   297   298   299   300   301   302   303   304   305   306