Page 315 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 315
Judul SBSI DIY Desak Aduan Buruh Segera Ditangani, Belum Ada Kejelasan
Nama Media suaramerdeka.com
Newstrend Dampak Virus Corona
Halaman/URL https://www.suaramerdeka.com/regional/kedu/231838-sbsi-diy-desak-
aduan-buruh-segera-ditangani-belum-ada-kejelasan
Jurnalis Amelia Hapsari
Tanggal 2020-06-18 07:45:00
Ukuran 0
Warna Halaman Warna
AD Value Rp 7.500.000
News Value Rp 22.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korpo
Sentimen positive
Narasumber
neutral - Dani Eko Wiyono (Ketua SBSI DIY) Kami menilai Pemda DIY masih lamban menangani
kasus perburuhan. Prosedurnya perlu di benahi
neutral - Dani Eko Wiyono (Ketua SBSI DIY) Jadi kasihan para buruh. Dinas perlu melakukan
pembenahan
neutral - Sumadi (Plt Kepala Disnakertrans DIY) Ini adalah kejadian force majeure dampak
Covid-19. Pelaporan masuk serentak, sehingga kami tidak bisa menanganinya secepat ketika
ada laporan kasus perburuhan dalam situasi normal
Ringkasan
Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) DIY mempertanyakan tindak lanjut sejumlah aduan
buruh yang dirundung masalah ketenagakerjaan akibat dampak Covid-19 . Sejak laporan
dilayangkan ke Disnakertrans DIY pada April lalu, sampai saat ini belum ada kejelasan.
Ketua SBSI DIY Dani Eko Wiyono mengungkapkan, setidaknya ada 12 kasus ketenagakerjaan
yang telah dilaporkan pihaknya ke Disnakertrans DIY. Jenis pengaduannya antara lain THR tidak
dibayar, pembayaran THR secara dicicil tanpa kesepakatan, buruh dirumahkan, dan gaji dicicil.
SBSI DIY DESAK ADUAN BURUH SEGERA DITANGANI, BELUM ADA KEJELASAN
YOGYAKARTA - Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) DIY mempertanyakan tindak lanjut
sejumlah aduan buruh yang dirundung masalah ketenagakerjaan akibat dampak Covid-19 .
Sejak laporan dilayangkan ke Disnakertrans DIY pada April lalu, sampai saat ini belum ada
kejelasan.
Ketua SBSI DIY Dani Eko Wiyono mengungkapkan, setidaknya ada 12 kasus ketenagakerjaan
yang telah dilaporkan pihaknya ke Disnakertrans DIY. Jenis pengaduannya antara lain THR tidak
dibayar, pembayaran THR secara dicicil tanpa kesepakatan, buruh dirumahkan, dan gaji dicicil.

