Page 316 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 316
Pengaduan yang masuk itu berasal dari sektor perhotelan, mall, tour and travel, retail, bank,
dan konstruksi. "Kami menilai Pemda DIY masih lamban menangani kasus perburuhan.
Prosedurnya perlu di benahi," tukas Dani, Rabu (17/6).
Pihaknya memandang ada beberapa standar operasional prosedur (SOP) yang belum pas saat
ini. Contohnya perihal pelaporan disposisi yang tidak dapat diketahui lama waktunya. "Jadi
kasihan para buruh. Dinas perlu melakukan pembenahan," ujarnya.
Dia meminta Disnaskertrans DIY agar mempercepat proses penanganan pengaduan, sekaligus
memperbaiki alur sistem pengaduan. Pandemi corona, kata Dani, semestinya tidak menjadi
alasan memperlambat penyelesaian kasus.
Sementara itu, Plt Kepala Disnakertrans DIY Sumadi menjelaskan, ada banyak kasus yang
ditangani. Tercatat, sekitar 32.865 tenaga kerja dari 1.041 perusahaan yang terdampak wabah
Covid-19. Kasus yang masuk, ada yang dilaporkan secara perorangan, ada pula yang
disampaikan lewat kuasa advokat maupun berbagai serikat buruh.
"Ini adalah kejadian force majeure dampak Covid-19. Pelaporan masuk serentak, sehingga kami
tidak bisa menanganinya secepat ketika ada laporan kasus perburuhan dalam situasi normal,"
katanya.
Kabid Hubungan Industrial Disnakertrabs DIY Ariyanto Wibowo menambahkan, penanganan
kasus perburuhan di saat pandemi Covid-19 acap terkendala SOP yang berubah-ubah. Ditambah
lagi, penanganannya harus sesuai protokol pencegahan Covid-19 sehingga memperlambat alur
penyelesaian..

