Page 42 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 42

"Metode  pelaksanaan  program  pelatihan  secara  daring  berpotensi  fiktif,  tidak  efektif,  dan
              merugikan keuangan negara," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Kamis (18/6).

              Diketahui,  pelaksanaan  program  kartu  prakerja  berdasarkan  Peraturan  Presiden  Nomor  36
              Tahun 2020 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 26 Februari 2020. Dalam situasi
              pandemi Covid-19, program ini diharapkan menjadi instrumen untuk penyaluran bantuan sosial
              dengan anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 20 triliun dan target peserta sebesar 5,6 juta
              orang.
              Anggaran tersebut terdiri dari total insentif pascapelatihan sebesar Rp 2.400.000 per orang,
              insentif survei kebekerjaan sebesar Rp 150.000 per orang, dan bantuan pelatihan sebesar Rp
              1.000.000 per orang. Alex, sapaan Alexander Marwata, mengatakan, metode pelatihan secara
              daring tidak efektif dan merugikan negara karena hanya satu arah dan tidak memiliki mekanisme
              kontrol atas penyelesaian pelatihan yang sesungguhnya oleh peserta.

              Selain itu, dari 1.895 pelatihan yang tayang dalam program kartu prakerja, hanya 24% atau
              sekitar 457 pelatihan yang memenuhi syarat sebagai materi pelatihan. Selanjutnya, dari 457
              pelatihan itu, hanya 55% dari 457 pelatihan yang dapat diberikan secara daring. "Sisanya harus
              dilakukan secara offline dan kombinasi," katanya.

              Dalam kajian ini, KPK juga menemukan lembaga pelatihan telah menerbitkan sertifikat meski
              peserta belum menyelesaikan keseluruhan paket pelatihan yang telah dipilih.  "Peserta sudah
              mendapatkan  insentif  meskipun  belum  menyelesaikan  seluruh  pelatihan  yang  sudah  dibeli,
              sehingga negara tetap membayar pelatihan yang tidak diikuti oleh peserta," kata Alex.

              Atas  temuan-temuan  tersebut,  KPK  merekomendasikan  agar  pelaksanaan  pelatihan  metode
              daring  dilakukan  secara  interaktif  untuk  menjamin  peserta  menyelesaikan  seluruh  paket
              pelatihan.

              KPK juga meminta manajemen pelaksana memperbaiki sistem untuk menjamin terlaksananya
              sistem  pelatihan  dan  pembayaran  insentif  sesuai  dengan  Permenko  Nomor  03  Tahun  2020.
              Terkait  konten  pelatihan,  KPK  merekomendasikan  manajemen  pelaksana  untuk  menyusun
              kurasi materi pelatihan dalam bentuk petunjuk teknis dengan melibatkan ahli yang kompeten.

              Selain  itu,  manajemen  pelaksana  wajib  memastikan  bahwa  materi  pelatihan  tidak  tersedia
              secara  gratis  di  internet.  "KPK  juga  merekomendasikan  Pelibatan  Badan  Nasional  Sertifikasi
              Profesi (BNSP) dalam penyusunan standar materi pelatihan dan sertifikasi pelaksana program,"
              katanya, (bl)
   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47