Page 46 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 46
Politisi PKB itu menyebut, saat ini jumlah pekerja yang terdampak situasi pandemi Covid-19
sebanyak 1,7 juta pekerja, baik dari sektor formal maupun informal. Dampak dari Covid-19 itu
bisa berupa PIIK maupun pengenaan status dirumahkan. Sementara berdasarkan data Badan
Pusat Statisik (BPS) per Februari 2020 adalah 6,88 juta orang.
Ida berharap roda kegiatan ekonomi dapat segera bergerak yang pada akhirnya bisa menyerap
kembali tenaga kerja.
Dia menyampaikan, walau ada pandemi Covid-19, kuartal 1-2020, investasi di Indonesia masih
tumbuh. Hal itu melahirkan pembukaan lapangan kerja hingga 300 ribu orang.
Di masa transisi kebiasaan baru, dia berharap aliran investasi dapat terus bertumbuh hingga
akhir tahun sehingga penyerapan tenaga kerja bisa lebih banyak lagi.
Menurut Ida, Presiden Jokowi telah menetapkan enam kebijakan strategis untuk mengurangi
dampak Covid-19. terhadap dunia usaha. Enam kebijakan itu adalah pertama, paket stimulus
ekonomi untuk dunia usaha agar tidak melakukan PHK.
Kedua, insentif pajak penghasilan bagi para pekerja. Ketiga, jaring pengaman sosial melalui
program perluasan bantuan sosial (bansos) bagi pekerja formal dan informal. Keempat,
pemberian prioritas Kartu Pra Kerja bagi para pekerja yang menjadi korban PHK. Kelima,
perluasan program industri padat karta. Dan keenam adalah perlindungan bagi para Pekerja
Migran Indonesia (PMI).
Ida mendorong kesiapan pengusaha di era The New Normal. Menurutnya, masyarakat harus
hidup berdampingan dan berdamai dengan Covid-19. Artinya menyiapkan diri dengan tetap
bekerja produktif, tapi aman dari Covid-19. Caranya dengan membiasakan diri hidup higienis,
hidup sehat dan hidup bersih.
"Paling tidak, kita terbiasa melakukan cuci tangan dengan air mengalir, cuci tangan dengan
sabun, dengan air mengalir kalau kita sedang berada di rumah atau di tempat kerja. Kalau tidak,
bawalah hand sanitizer atau biasakan diri menggunakan masker dan menghindari berkumpul
dalam jumlah banyak orang dan jaga jarak 1 meter," kata Ida. qar

