Page 90 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 NOVEMBER 2019
P. 90
Saudi ini memang dilakukan melalui sistem government to govornment antara
Pemerintah Indonesia dengan pemerintah Arab Saudi yang kemudian tindak
lanjutnya diteruskan melalui mekanisme penempatan Private to Private antara
Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang terseleksi
Kemenaker dan sejumlah Syarikah di Arab Saudi.
Melalui Bimtek ini, lanjut Himawan, diharapkan para petugas ini akan memiliki
pengetahuan yang cukup terkait dengan prosedur penempatan PMI ke Arab Saudi
melalui SPSK sembari pada saat bersamaan mampu memastikan bahwa PMI yang
direkrut ini memiliki standar kompetensi sesuai dengan regulasi yang telah
ditetapkan pemerintah.
Sementara itu, dalam sambutannya, Kausar menambahkan kegiatan ini diikuti 54
orang Petugas Pendamping Antar Kerja Sistem Penempatan ke Arab Saudi dari
Dewan Pimpinan Daerah Apjati dari 4 wilayah yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa
Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menurut Kausar, ke-54 orang ini merupakan angkatan I Bimtek dan ini berarti akan
ada Bimtek untuk angkatan berikutnya. "Anda adalah orang yang mendapat
kesempatan pertama untuk tahun 2019 dan usai mengikuti kegiatan ini anda akan
mendapatkan Sertifikat dari Kemenaker atau memiliki semacam SIM untuk
mensosialisasikan SPSK baik bagi Calon/ Mantan PMI secara nasional. Karena itu,
anda harus jaga SIM ini karena jika anda masih mensosialisasikan di luar prosedur
maka kami akan coret SIM anda dan anda akan diproses sesuai hukum," tegas
Kausar.
Kausar menjelaskan tentang Kepmenaker Nomor 291 Tahun 2018, yaitu berisi
tentang Pedoman Pelaksanaan Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran
Indonesia di Kerajaan Arab Saudi Melalui Sistem Penempatan Satu Kanal. "SPSK itu
merupakan alternatif terbaik untuk melindungi penempatan PMI ke Arab Saudi,"
paparnya.
Page 89 of 110.

