Page 49 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 JANUARI 2020
P. 49
Karena kondisi Anik sangat lemah, dia diantar ke RS Polri Kramat Jati dengan
ambulance. Di dalam ambulance, seorang petugas BNP2 KI tak memakai seragam
menanyakan berapa uang Anik.
"Dia bilang, uangmu tinggal 1.120 real kan. Saya jawab, oh tidak. Uang saya
masih 2.120 real. Lalu saya melihat petugas itu memasukkan uang dari dalam tas
kecil saya ke dalam saku celananya. Dan ketika saya hitung lagi, uang saya tinggal
1.120 real," kata Anik di rumahnya Desa Maron Kecamatan Srengat Kabupaten
Blitar, Kamis (16/1/2020).
Mendengar pengaduan yang disampaikan Anik, Haris menyatakan segera berkirim
surat kepada KBRI Riyadh dan BNP2 TKI. Surat tersebut juga akan ditembuskan ke
Kemenlu RI.
"Berdasarkan surat pengaduan Bu Anik ini, kami akan teruskan ke pihak-pihak
terkait. Termasuk kami juga tanyakan, kenapa surat Bupati Blitar dan Disnakertrans
Pemkab Blitar soal penanganan Anik Widayati tidak dibalas. Tahu-tahu kami dapat
info dari jurnalis kalau posisi Bu Anik sudah di Jakarta," tandasnya.
Apa yang dialami Anik Widayati tidak menutup kemungkinan juga dialami buruh
migrant lain dari Indonesia. Koordinator Bantuan Hukum Migrant Care Nurharsono
menilai permasalahan tersebut menjadi cerminan bahwa pengawasan yang
dilakukan pihak terkait masih lemah. Pihak terkait itu yakni Kemlu, Kemnaker,
BNP2TKI, Timwas PMI DPR RI.
"Permasalahan ini mencerminkan layanan perlindungan pekerja migrant Indonesia
(PMI) masih lemah. Selain juga karena dampak dari berlarut-larutnya aturan
turunan UU PPMI yang sampai saat ini belum dirampungkan," pungkasnya.
(fat/fat)
Page 48 of 98.

