Page 203 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2019
P. 203
Pekerja tersebut melakukan tes seusai dipasangi batu mancis. Hal ini menimbulkan
ledakan. Ledakan tersebut menyambar mancis-mancis lainnya. Sementara para
korban tidak dapat menyelamatkan diri lantaran pintu tidak dapat dibuka.
"Salah seorang karyawan saat itu sedang mencoba mancis. Namun tiba-tiba
meledak dan menyambar mancis-mancis lainnya. Karena posisi di belakang, korban
tidak bisa keluar dari dalam rumah. Hal tersebut dikarenakan pintu depan tidak
dapat diakses atau dibuka. Sementara jendela semua dalam keadaan memiliki jerjak
besi," katanya di lokasi kejadian, Jumat (21/6/2019).
2. Sebanyak 30 orang tewas Kebakaran ini menyebabkan 30 orang tewas.
Dari 30 korban tersebut, tiga diantaranya merupakan anak-anak. Sementara 27
orang merupakan dewasa.
"Kita menerima laporan kebakaran sebuah rumah yang diduga sebagai home
industri. Korban ada 30 di mana 27 dewasa dan tiga anak-anak. Untuk korban hidup
ada empat orang," jelas Kapolsek Binjai AKP Naibaho.
3. Pemilik selalu kunci pabrik Pemilik pabrik bernama Burhan (37), selalu mengunci
pabrik setiap jam kerja atau jam operasi.
Hal ini diduga membuat 30 orang terperangkap dalam kobaran api hingga mereka
meregang nyawa. Tak hanya itu, seluruh jendela bangunan juga dipasangi jerjak
besi. Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting menduga, hal ini
dilakukan oleh pemilik pabrik untuk menghindari retribusi.
"Tak menutup kemungkinan mereka takut, karena izin mungkin tidak lengkap,
makanya dibuat masuk dari pintu belakang, buat safety biar hindari retribusi atau
perizinan," ujarnya.
Warga sekitat juga mengungkapkan jika selama ini pabrik selalu dikunci hingga tak
gampang untuk keuar masuk.
"Ilegal ini pabriknya. Orang itu dikunci di dalam kalau sedang kerja. Enggak bisa
asal keluar masuk," ungkap warga sekitar.
4. Pemilik abaikan keselamatan kerja Pabrik mancis yang terbakar tersebut
merupakan pabrik rumahan atau home industri.
Pemilik diduga mengamabikan keamanan dan keselamata kerja para pekerjanya.
"30 korban jiwa meningal dunia. Kita akan melakukan penelusuran terhadap pihak-
pihak yang bertanggung jawab. Pemilik pabrik rumahan mengabaikan keamanan
dan keselamatan pekerjanya," jelas Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto di lokasi
pada Jumat (21/6/2019).
Page 202 of 352.

