Page 304 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2019
P. 304
tengah berlangsung proses penyetelan api mancis. Kemudian, satu mancis terbakar
dan mengakibatkan kebakaran hebat. Dari 30 orang yang tewas, 24 pekerja dewasa
dan 6 anak-anak.
Dalam keterangan persnya, BPJS Ketenagakerjaan menyebut Gusliana merupakan
mandor yang ditugaskan untuk mengawasi pabrik korek api gas di Kabupaten
Langkat saat musibah terjadi. Gusliana terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan untuk
pabrik yang beralamat di Kabupaten Deli Serdang. Pabrik di Langkat dan Deli
Serdang dimiliki satu perusahaan yang sama. Sedangkan pekerja pabrik di
Kabupaten Langkat belum terdaftar.
Menurut Krishna, Gusliana telah didaftarkan perusahaan sebagai peserta BPJS
Ketenagakerjaan sejak Oktober 2018. Korban memiliki upah Rp.2.938.525.
Dalam aturan Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015 tentang
Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, jika
pemberi kerja tidak mendaftarkan pekerjanya ke dalam program BPJS
Ketenagakerjaan, maka perusahaan berkewajiban untuk memberikan santunan
kepada pekerja yang besarannya minimal sama dengan santunan yang diberikan
oleh BPJS Ketenagakerjaan.
Sebab itu, Krishna mengimbau seluruh perusahaan agar selalu tertib dalam
melaporkan jumlah pekerja dan upah yang diterima oleh pekerja kepada BPJS
Ketenagakerjaan. "Kami juga merasa prihatin bila pekerja atau ahli waris yang
mengalami musibah tidak menerima haknya sebagaimana semestinya. Kami
berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali," kata dia.
Page 303 of 352.

