Page 312 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2019
P. 312
Kedua, capacity building di bidang penelitian ketenagakerjaan terkait future of work.
Ketiga, sharing best practices terkait penerapan sosial dialog sebagai respon
terhadap digitalisasi dan industry 4.0.
"Indonesia menyampaikan penghargaan atas kerja sama dan inisiasi pemerintah
Swiss dalam pembentukan kerja sama bilateral di bidang ketenagakerjaan yang
diimplementasikan melalui MoU ini," kata Hanif.
Menaker juga mengapresiasi Pemerintah Swiss yang selama ini menjalin kerja sama
dengan Indonesia melalui proyek-proyek Kantor ILO Jakarta. Seperti, Better Work
dan Sustaining Competitive and Responsible Enterprise (SCORE).
Kerja sama tersebut dinilainya telah banyak membantu peningkatan kapasitas
pekerja dan pengusaha di Indonesia.
"Harapannya, kerja sama ini dapat terus berlanjut di masa depan dalam platform
ILO Cooperation Development, sebagai respon terhadap digitalisasi dan future of
work," ujar Hanif.
Selain itu, Menaker juga berharap agar implementasi perjanjian EFTA-Indonesia
CEPA dapat segera direalisasikan pada tahun depan. Kerja sama ini mencakup
perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, hak kekayaan intelektual,
pembangunan berkelanjutan, ketentuan asal dan bea cukai, fasilitasi perdagangan,
pengamanan perdagangan, persaingan usaha, legal, serta kerja sama dan
pengembangan kapasitas.
"Setelah hampir delapan tahun sebelum akhirnya dinyatakan selesai secara
substantif dalam pertemuan di Bali November 2018, dan dideklarasikan final oleh
para Menteri Perdagangan pada 23 November 2018 di Jenewa, Swiss," paparnya.
Penandatanganan MoU ini antara Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia M.
Hanif Dhakiri dan Departemen Federal Bidang Ekonomi, Pendidikan, dan Penelitian
Konfederasi Swiss H.E. Guy Parmelin selepas pidato Menaker di Forum Konferensi
Perburuhan Internasional ke-108.
(*)
Page 311 of 352.

