Page 328 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2019
P. 328
Indonesia berharap Pusat Studi Ketenagakerjaan OKI dapat berperan sebagai pusat
data dan pusat studi kebijakan, yang mencakup isu-isu ketenagakerjaan seperti data
angkatan kerja OKI, kondisi kerja, sistem pengupahan, penyelesaian sengketa,
produktivitas tenaga kerja, dll, dengan mempertimbangkan pengaruh serta nilai-nilai
islam dalam implementasinya.
Lebih jauh, Indonesia menyarankan dalam partisipasi negara-negara anggota OKI
dalam pusat studi tersebut agar bersifat sukarela, bukan mandatory.
"Pusat studi ketenagakerjaan itu juga diharapkan jadi pusat data dan studi
kebijakan yang kuat di bidang ketenagakerjaan untuk kepentingan semua negara
anggota OKI," kata Hanif.
Selain itu, Indonesia juga mengingatkan draft akhir kerja sama Indonesia-Azerbaijan
di bidang ketenagakerjaan yang sudah dibahas dua tahun terakhir agar bisa segera
diselesaikan. Area kerjasama yang dituangkan di dalam draft Memorandum of
Understanding (MoU) tersebut antara lain penguatan sistem jaminan sosial,
peningkatan kualitas Balai Latihan Kerja (BLK), pengembangan skills bagi angkatan
kerja muda, daan penguatan kelembagaan hubungan industrial melalui sosial dialog,
serta pengembangan kebijakan pasar kerja; dan peningkatan perlindungan pekerja
migran.
"Tujuan dari MoU ini adalah untuk mengembangkan kerjasama antara kedua pihak
dibidang ketenagakerjaan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Saya
harap MoU segera diselesaikan," kata Hanif.
Sepertu diketahui, Azerbaijan merupakan salah satu negara yang sedang gencar
menerapkan penggunaan teknologi informasi yang masif dan terpadu dalam
pelayanan dan perlindungan tenaga kerja.
Page 327 of 352.

