Page 156 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 APRIL 2020
P. 156
Title LAPANGAN KERJA MAKIN SULIT, RUU CIPTA KERJA DINILAI BISA JADI SOLUSI
Media Name merdeka.com
Pub. Date 20 April 2020
https://www.merdeka.com/uang/lapangan-kerja-makin-sulit-ruu-cipta-kerj a-dinilai-bisa-
Page/URL
jadi-solusi.html
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Kepala Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS),
Yose Rizal Damuri menilai Rancangan Udang-Undang (RUU) Cipta Kerja adalah
bagian dari reformasi ekonomi di Indonesia.
Terlebih, salah satu masalah ekonomi yang perlu direformasi adalah sulitnya
menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.
"Adanya fakta menciptakan lapangan kerja yang berkualitas di Indonesia ini bukan
hanya susah tapi makin lama makin susah. Jadi bukan hanya karena sulit. Kalau
sulit namun kemudian makin lama makin baik itu tidak apa-apa, bagus, paling tidak
ada kemajuan tetapi ini kita bisa lihat bahwa sudah sulit makin lama makin sulit,"
kata Yose Rizal di Jakarta, Senin (20/4).
Menurut Yose,masalah ketersediaan lapangan pekerjaan yang berkualitas di
Indonesia disebabkan lemahnya permintaan terhadap tenaga kerja Indonesia.
"Kuncinya adalah meningkatkan permintaan akan tenaga kerja melalui investasi
berkualitas dengan Reformasi Ekonomi yang serius," kata Yose.
"Ini sangat urgent dilakukan, momentumnya sangat penting karena saat recovery
ekonomi terjadi kita bisa ketinggalan dibanding yang lainnya. RUU Cipta Kerja ini
bagian dari itu, sehingga cukup urgent untuk dilakukan. Tapi perlu ada proses
komunikasi yang intens," sambung dia.
Dibahas Badan Legislasi
Saat ini RUU Cipta Kerja tengah dibahas oleh Badan Legislasi (Baleg) DPR RI. Ketua
Baleg DPR RI Supratman Andi Agtas mengatakan Baleg tetap menghormati dan
mendengarkan suara dan pendapat dari beberapa serikat pekerja.
"Masukan dari teman serikat pekerja, kami apresiasi. Kita sudah katakan berkali-kali
pembahasan kluster ketanagakerjaan itu paling akhir. Jadi masih sangat jauh," ujar
Supratman.
Page 155 of 248.

