Page 160 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 APRIL 2020
P. 160

Title          HERGUN : OMNIBUS LAW HARUS PANGKAS REGULASI RAWAN KORUPSI
               Media Name     rri.co.id
               Pub. Date      20 April 2020
                              http://rri.co.id/post/berita/824510/nasional/hergun_omnibus_law_harus_
               Page/URL
                              pangkas_regulasi_rawan_korupsi.html
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive






               Anggota Panja Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja Badan Legislasi
               (Baleg) DPR RI, Heri Gunawan mengingatkan, Omnibus Law Ciptaker harus dibuat
               dengan semangat anti korupsi. Konkretnya dengan memangkas berbagai pasal yang
               dinilai rawan disalahgunakan untuk tindakan korupsi.

               Hal itu menurut dia penting dilakukan ketimbang membuat aturan yang justru akan
               mendapatkan penolakan keras dari kaum buruh.

               "Kejelasan regulasi dalam memangkas jalur-jalur rawan korupsi adalah lebih penting
               untuk dikedepankan pemerintah, daripada sekadar mencari upaya memurahkan
               upah buruh," tegasnya dalam Rapat Kerja RUU Cipta Kerja di Baleg DPR, Senin
               (20/4/2020).


               Permintaan tersebut terkait dengan pembahasan klaster Peningkatan Ekosistem
               Investasi dan Kegiatan Berusaha. Pria yang akrab disapa Hergun ini menilai, adanya
               aturan baru yang mendorong perbaikan iklim perusaha, berinvestasi, bekerja dan
               efisiensi birokrasi perlu didukung untuk mengembalikan iklim usaha menjadi sehat,
               pasca pandemi Covid-19 nanti.

               "Aturan tersebut akan dapat mendorong perbaikan iklim berusaha, berinvestasi,
               bekerja dan efisiensi birokrasi. Di antaranya adalah pemangkasan terhadap jalur-
               jalur birokrasi yang dinilai rawan korupsi," jelas Hergun.

               Aturan tersebut menurut dia sangatlah penting. Pasalnya menciptakan iklim usaha
               yang kondusif haruslah ditopanb dengan sistem hukum yang menjamin konsistensi
               antara peraturan perundang-undangan dengan pelaksanaannya.

               Maka dari itu, Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI ini pun menegaskan, selain harus
               melibatkan DPD RI, pembahasan rancangan undang-undang sapu jagat itu juga
               harus melibatkan para nasrasumber seperti akademisi, praktisi, pelaku industri dan
               organisasi industri baik yang pro maupun yang kontra.

               Adapun terkait dengan klaster ketenagakerjaan, Hergun meminta pembahasannya
               dilakukan di akhir-akhir saja. Sebab dengan begitu, Panja dapat secara optimal
               membuka ruang partisipasi publik untuk memberikan saran dan masukan.


               "Meminta panja untuk membuka ruang seluas-luasnya atas partisipasi publik," tukas
               Hergun.





                                                      Page 159 of 248.
   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165