Page 179 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 APRIL 2020
P. 179
Title PKS SEBUT KONSEP KARTU PRA KERJA SEPERTI BAGI-BAGI UANG KE PERUSAHAAN
DIGITAL
Media Name tribunnews.com
Pub. Date 20 April 2020
Page/URL https://www.tribunnews.com/nasional/2020/04/20/pks-sebut-konsep-kartu- pra-kerja-
seperti-bagi-bagi-uang-ke-perusahaan-digital
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni , JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sukamta menyayangkan konsep kartu pra kerja
yang digulirkan ke masyarakat di tengah pandemi corona ini.
Adapun konsep yang dipermasalahkan Sukamta yakni soal pemberian uang kepada
penerima kartu yang justru uangnya ditahan dan dialokasikan untuk pelatihan kerja
digital oleh vendor-vendor swasta.
"Ada kesan kuat di masyarakat bahwa ini seperti bagi-bagi uang kepada vendor
perusahaan digital, yang mana sebenarnya mereka juga sudah untung dengan
peningkatan penggunaan aplikasi mereka sebagai dampak kebijakan semua serba
dilakukan dari rumah (stay at home) melalui rasana daring," kata Sukamta kepada
wartawan, Senin (20/4/2020).
Dirinya memahami bahwa kartu pra kerja adalah janji kampanye Presiden Jokowi
yang harus direalisasikn. Anggaran Rp5,6 triliun tentu bukan angka yang sedikit.
"Harga bahan sampai Rp1 juta per orang. Kalau diakses 3,5 juta orang kan sudah
3,5 trilliun harga mendownload materi itu. Kalau modal materi dan pelaksanaannya,
proyek ini paling besar bernilai beberapa ratus miliar saja, tidak sampai Rp5,6
trilliun," ujarnya.
Anggota Banggar DPR RI itu pun memberi masukan, semestinya kalau mau niat
membantu, pemerintah harus menghargai sesuai dengan harga yang wajar.
"Toh bahan- bahan itu sudah bisa ditemukan di internet secara gratis. Tidak ada
yang istimewa sekali. Apalagi kalau sudah download tidak ada jaminan bisa diterima
kerja atau membuat pekerjaan. Kemungkinan akan kembali menganggur,"
lanjutnya.
Karena itulah, Sukamta menilai konsep kebijakannya tidak memberi solusi bagi
masalah yang disasarnya, yaitu soal pengangguran.
Page 178 of 248.

