Page 197 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 APRIL 2020
P. 197
Title PROGRAM KARTU PRA-KERJA DINILAI MUBAZIR, INI KATA PEMERINTAH
Media Name okezone.com
Pub. Date 20 April 2020
https://economy.okezone.com/read/2020/04/20/320/2202218/program-kartu- pra-kerja-
Page/URL
dinilai-mubazir-ini-kata-pemerintah
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Program kartu prakerja yang dicanangkan pemerintah menuai banyak kritikan dari
beberapa pihak. Sebab, kartu prakerja yang dikeluarkan pemerintah ini hanya
menghambur-hamburkan uang negara tanpa mendapatkan hasil alias mubazir.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja Panji
Winanteya Ruky mengatakan, program kartu pra kerja sama sekali tidaklah mubazir.
Sebab antara uang yang dikeluarkan dan hasil yang didapatkan tidaklah sebanding.
Menurutnya, uang yang dikeluarkan hanya sekitar 5% dari total anggaran
pemerintah untuk penanganan pandemi corona (covid-19) yang sebesar Rp405
triliun. Sementara manfaat yang didapat sangat besar karena bisa membantu orang
yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat virus corona. Pemerintah
juga mengalokasikan anggaran untuk kesehatan. Selain itu, pemerintah juga
membantu masyarakat kurang mampu dengan program bantuan sosial dan kartu
sembako.
"Kartu prakerja ini salah satu bagian dari program ini. Ada beberapa program masih
desain, berjalan dan prakerja yang jadi perhatian masyarakat. Anggarannya Rp20
triliun kurang dari 5% dari total anggaran yang ditambah untuk respon pandemi,"
ujarnya dalam telekonferensi, Jakarta, Senin (20/4/2020).
Panji memastikan uang yang dikeluarkan pemerintah tidak akan sia-sia. Sebab,
nantinya penerima kartu prakerja ini akan diberikan pelatihan untuk
mengembangkan skillnya.
"Untuk prakerja kami minta masyarakat ikut pelatihan yang sebenarnya dibutuhkan.
Kami melihat, bahkan di riset ekonomi menunjukkan, saat ekonomi lesu dan
masyarakat punya waktu lebih banyak terutama saat ini di rumah, justru ini saatnya
bisa tingkatkan keterampilan, human capital sehingga bisa dijadikan sumber
pendapatan baru yang tadinya belum ada keterampilan," jelas Panji. Panji juga
menyangkal jika pemerintah hanya ingin memberikan uang saja kepada para
platform yang menjadi mitra. Sebab, penerima manfaat dari program tersebut
adalah masyarakat langsung.
"Yang menerima bantuan itu adalah para peserta. Peserta beli dari lembaga
pelatihan bukan platform digital. Mereka tidak nerima satu sen pun dari pemeritnah.
Peserta punya pilihan masing-masing. Justru yang akan transaksi dengan peserta
adalah cost provider," kata Panji.
Page 196 of 248.

