Page 195 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 APRIL 2020
P. 195

Hal sama disampaikan Febby, warga Bogor, melalui cuitan di akun Twitter miliknya.
               Dia mengunggah keluhan terkait maraknya aksi curanmor di wilayahnya. "Pak,
               setelah pembebasan napi di mana-mana, sekarang Bogor rawan curanmor, dua kali
               motor saya dijebol maling Pak, lalu rumah depan saya motornya diambil di hari yang
               sama barengan dengan kejadian jebol motor saya," tulisnya.

               Maraknya aksi kriminalitas di berbagai wilayah dampak corona ini turut menjadi
               perhatian Istana. Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) menyoroti ancaman
               keamanan dan peningkatan angka kriminalitas, akibat gelombang pemutusan
               hubungan kerja (PHK) yang terjadi akibat pandemi corona.

               "Isu keamanan termasuk hal yang KSP pantau. Meningkatnya angka pengangguran,
               misalnya, perlu diantisipasi agar dampaknya tidak menimbulkan konflik sosial dan
               keamanan," ucap Plt Deputi V KSP, Jaleswari Pramodhawardani melalui keterangan
               pers tertulisnya.

               Sementara, bila merujuk data dan evaluasi Mabes Polri mengenai situasi Kamtibmas
               selama dua pekan pemberlakukan PSBB, menunjukkan angka peningkatan
               kriminalitas 11,80%.


               "Pelaksanaan PSBB selama dua pekan ini telah terjadi peningkatan angka kejahatan
               yang umumnya kejahatan pencurian dengan pemberatan," ujar Kabag Penum Divisi
               Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra kepada  Okezone.com  , Senin (20/4/2020).


               PHK Mencapai 1,9 juta  Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat 1,9
               juta pekerja formal dan informal mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan
               dirumahkan oleh 114.340 perusahaan di Indonesia hingga 16 April 2020.


               Jumlah tersebut begitu cepat peningkatannya, padahal pada 11 April 2020, jumlah
               tenaga kerja yang dirumahkan dan terkena PHK baru mencapai 1,5 juta orang.
               Angka ini naik dibandingkan dengan data 9 April yang baru sekitar 1,2 juta pekerja.

               Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menjelaskan, dari jumlah 1,5 juta orang ini,
               10% adalah pekerja yang di PHK. Sedangkan 90% nya merupakan para pekreja
               yang dirumahkan.

               Jika tak segera ditangani, gelombang PHK diprediksi bakal mencapai puncaknya
               pada Juni mendatang, dengan pekerja di sektor pariwisata dan jasa yang paling
               terdampak.

               Ekonom dari Institute for Development, Economic and Finance (Indef) Andry Satrio
               Nugroho mengatakan, "Kalau misalnya tetap pada kondisi seperti saat ini di mana
               industri masih enggan untuk melakukan proses produksi, saya rasa di akhir kuartal
               kedua, gelombang terbesarnya akan kita rasakan," terang Andry Satrio Nugroho.

               Sementara itu, pemerintah akan memprioritaskan mereka yang di-PHK bersama
               dengan pekerja informal dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang
               terdampak Covid-19, sebagai penerima program Kartu Prakerja.




                                                      Page 194 of 248.
   190   191   192   193   194   195   196   197   198   199   200