Page 59 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 OKTOBER 2019
P. 59
Title KEMNAKER PASTIKAN BELUM ADA DRAFT REVISI UU KETENAGAKERJAAN
Media Name merdeka.com
Pub. Date 14 Oktober 2019
https://www.merdeka.com/peristiwa/kemnaker-pastikan-belum-ada-draft-re visi-uu-
Page/URL
ketenagakerjaan.html
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Merdeka.com - Kementerian Ketenagakerjaan memastikan revisi Undang-Undang
Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan) belum ada.
Masyarakat diminta untuk tidak termakan isu yang beredar seputar draft revisi UU
Ketenagakerjaan.
Sebagaimana diketahui, lini media massa dan media sosial sempat diramaikan isu
revisi UU Ketenagakerjaan. Bahkan, isu ini sempat diangkat kalangan Serikat
Pekerja/Serika Buruh (SP/SB) saat melakukan unjuk rasa beberapa waktu lalu.
"Perlu diketahui bahwa tidak ada RUU tentang itu (UU Ketenagakerjaan). Jangankan
RUU, konsep juga belum ada. Yang beredar di sosmed terkait revisi UU
Ketenagakerjaan adalah tidak benar, bahkan bisa dibilang hoaks," kata Kepala Biro
Hukum Kemnaker, Budiman di Jakarta, Jumat (4/10).
Budiman mengatakan, selama ini perbaikan UU Ketenagakerjaan masih menampung
kajian. Pemerintah masih mengumpulkan aspirasi seluruh pemangku kepentingan
sebagai bahan perbaikan UU Ketenagakerjaan.
"Pemerintah sudah bolak-balik bertemu dengan pengusaha dan serikat
pekerja/buruh. Pemerintah terus membuka ruang dialog dan menerima masukan
dari berbagai pihak," kata Budiman.
Budiman mengingatkan, masyarakat harus lebih berhati-hati menyikapi segala
informasi yang beredar, agar tidak termakan informasi yang tidak bisa
dipertanggungjawabkan.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemnaker, Soes Hindharno, menambahkan,
Kemnaker masih melakukan kajian terkait berbagai usulan perubahan atas UU
Ketenagakerjaan. Arah perubahan itu sendiri adalah transformasi ekosistem
ketenagakerjaan dari yang rigit/kaku menjadi fleksibel.
"Indikator ekosistem ketenagakerjaan yang fleksibel masih sangat diperlukan, dan
diharapkan melalui UU Ketenagakerjaan baru, ekosistem ketenagakerjaan Indonesia
lebih kompetitif dibandingkan negara lain," terang Soes. [paw]
Page 58 of 116.

