Page 230 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 230

Title          OMNIBUS LAW RUU CIPTA KERJA, PEKERJA LEBIH RENTAN DI-PHK
               Media Name     kompas.com
               Pub. Date      15 Februari 2020
                              https://nasional.kompas.com/read/2020/02/15/06361691/omnibus-law-ruu-c ipta-kerja-
               Page/URL
                              pekerja-lebih-rentan-di-phk
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative






               JAKARTA,  - Pemerintah memperlonggar aturan bagi pengusaha untuk melakukan
               pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada pekerja/buruh. Hal tersebut diketahui
               berdasarkan penelusuran Kompas.com pada Jumat (14/2/2020) atas draf  omnibus
               law  RUU Cipta Kerja yang resmi diserahkan pemerintah kepada DPR.

               Kompas.com telah mengonfirmasi perihal draf RUU Cipta Kerja itu ke sejumlah
               pimpinan Badan Legislasi DPR pada Kamis (13/2/2020). Adapun draf tersebut
               diperbandingkan dengan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
               khusus pada poin pemutusan hubungan kerja yang dibahas pada pasal 150 - 152.


                Pada draf RUU Cipta Kerja pasal 151 direvisi menjadi sebagai berikut:

                (1) Pemutusan hubungan kerja dilaksanakan berdasarkan kesepakatan antara
                    pengusaha dengan pekerja/buruh.
                (2) Dalam hal kesepakatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak tercapai,
                    penyelesaian pemutusan hubungan kerja dilakukan melalui prosedur.


                Sementara itu, pada aturan sebelumnya pelaksanaan PHK sebisa mungkin dihindari
               terlebih dahulu. Aturan yang dimaksud ada di pasal 151 UU Nomor 13 Tahun 2003
               sendiri mengatur tiga poin soal PHK, yakni:


                (1) Pengusaha, pekerja/buruh, serikat pekerja/serikat buruh, dan pemerintah,
                    dengan segala upaya harus mengusahakan agar jangan terjadi pemutusan
                    hubungan kerja.
                (2) Dalam hal segala upaya telah dilakukan, tetapi pemutusan hubungan kerja tidak
                    dapat dihindari, maka maksud pemutusan hubungan kerja wajib dirundingkan
                    oleh pengusaha dan serikat pekerja/serikat buruh atau dengan pekerja/buruh
                    apabila pekerja/buruh yang bersangkutan tidak menjadi anggota serikat
                    pekerja/serikat buruh.
                (3) Dalam hal perundingan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) benar-benar
                    tidak menghasilkan persetujuan, pengusaha hanya dapat memutuskan
                    hubungan kerja dengan pekerja/buruh setelah memperoleh penetapan dari
                    lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industri.

                 Kemudian, draf RUU Cipta Kerja menghapus pasal 152 yang ada pada UU Nomor
               13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.








                                                      Page 229 of 336.
   225   226   227   228   229   230   231   232   233   234   235