Page 231 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 231

Pasal yang dihapus ini berbunyi:  "Permohonan penetapan pemutusan hubungan
               kerja diajukan secara tertulis kepada lembaga penyelesaian perselisihan hubungan
               industrial disertai alasan yang menjadi dasarnya".


                Lalu, draf RUU Cipta Kerja memasukkan satu pasal baru yang disebut pasal 151 A.

                Pasal ini berbunyi sebagai berikut:

               Kesepakatan dalam pemutusan hubungan kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal
               151 ayat (1) tidak diperlukan dalam hal:  a. pekerja/buruh masih dalam masa
               percobaan kerja;  b. pekerja/buruh melakukan pelanggaran ketentuan yang diatur
               dalam perjanjian kerja, peraturan perusahan, atau perjanjian kerja bersama dan
               telah diberikan surat peringatan pertama, kedua, dan ketiga secara berturut-turut;
               c. pekerja/buruh mengundurkan diri atas kemauan sendiri;  d. pekerja/buruh dan
               pengusaha berakhir hubungan kerjanya sesuai perjanjian kerja waktu tertentu;  e.
               pekerja/buruh mencapai usia pensiun sesuai dengan perjanjian kerja, peraturan
               perusahaan, atau perjanjian kerja bersama;  f. pekerja/buruh meninggal dunia;  g.
               perusahaan tutup yang disebabkan karena keadaan memaksa (force majeur); atau
               h. perusahaan dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan niaga.


                Diberitakan, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
               menyerahkan draf RUU  Omnibus Law  Cipta Kerja kepada Ketua DPR Puan
               Maharani, Rabu (12/2/2020).


                "Dalam kesempatan ini Pak Menko dan para menteri menyampaikan bahwa
               omnibus law Cipta Kerja  akan terdiri dari 79 UU, 15 bab, dengan 174 pasal yang
               akan dibahas di DPR," kata Puan.


                Puan menjelaskan, RUU Cipta Kerja terdiri atas 79 undang-undang dengan 15 bab
               dan 174 pasal. Ia mengatakan, pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja akan
               melibatkan tujuh komisi di DPR.

                 Selanjutnya, draf dan surpres yang telah diserahkan akan melalui mekanisme DPR
               untuk kemudian ditetapkan dalam paripurna.


                "Akan melibatkan kurang lebih tujuh komisi dan nantinya akan dijalankan melalui
               mekanisme yang ada di DPR. Apakah itu melalui Baleg atau Pansus karena
               melibatkan tujuh komisi terkait untuk membahas 11 kluster yang terdiri dari 15 bab
               dan 174 pasal," jelasnya.

                Sebelum draf diserahkan ke DPR, Presiden Joko Widodo sudah punya target yang
               cukup ambisius terkait penyelesaian kedua RUU omnibus law.


                Ia berharap DPR bisa merampungkan pembahasan RUU Omnibus Law tentang
               Perpajakan dan Cipta Kerja dalam waktu 100 hari kerja sejak draf itu diserahkan
               oleh pemerintah..







                                                      Page 230 of 336.
   226   227   228   229   230   231   232   233   234   235   236