Page 85 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2019
P. 85

Saat ini, menurut Krishna, masih dalam tahap pilot project di tiga wilayah. Yaitu DKI
               Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

               Dimana pihaknya terus melakukan evaluasi, efektivitas program vokasi, dan
               bagaimana mengembangkan modul pelatihan.

               Termasuk infrastruktur sistem pengajarannya kepada masyarakat dan kebutuhan
               industri, serta kebutuhan masyarakat itu sendiri.

               "Sekarang kami baru punya 12 modul, di beberapa titik wilayah termasuk di NTB,
               Balikpapan, dan Banten. Di kemudian hari, ini akan berkembang luas di setiap titik,
               di mana ada potensi mengembangkan peningkatan SDM kami," jelasnya.

               Beberapa modul pelatihan yang tersedia di vokasi BPJAMSOSTEK itu, antara lain
               Digital Kreatif (UI/UX dan pembuatan aplikasi), Basic Manufacture, Basic Hospitality,
               Sawing, dan Pariwisata.

               Lalu Adiminstrasi Perkantoran, Operator Alat Berat, Operator Pesawat Angkat
               Angkut (Forklift), Kerja di ketinggian, Kelistrikan, Asisten Koki, Food and Baverage,
               Barista, Design Grafis, dan lainnya.

               Oleh karena itu, dengan jumlah 660.000 perusahaan, pihaknya mendata skill yang
               dibutuhkan perusahaan tersebut.

               "Kami mendaftar kebutuhan jenis pelatihannya seperti apa. Sekarang antara supply
               dan demand match.

               Supaya mereka juga merasa dihargai. Sejak ter-PHK mereka terakomodasi dan
               diberikan bantuan oleh pemerintah melalui BPJS ketenagakerjaan dengan vokasi ini
               bisa bekerja kembali," katanya.

               Persyaratan Krishna menyebut, untuk persyaratan menjadi peserta vokasi
               BPJAMSOSTEK tersebut sangat mudah.

               Yaitu Warga Negara Indonesia (WNI), telah menjadi peserta Penerima Upah
               BPJAMSOSTEK dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang valid dan
               diutamakan mengikuti program JHT (Jaminan Hari Tua).

               Selain itu, kepesertaan BPJAMSOSTEK minimal 1 tahun atau 12 bulan dengan
               besaran upah yang dilaporkan minimal sebesar Upah Minimum Kota/Kabupaten
               (UMK) terendah di Indonesia, mengalami PHK, masa berhenti paling singkat 1 bulan
               dan paling lama 24 bulan sebelum terdaftar menjadi peserta vokasi.

               "Lalu tidak terdaftar sebagai peserta aktif BPJAMSOSTEK pada saat mendaftarkan
               diri menjadi peserta vokasi, kemudian peserta saat mendaftarakan diri sebagai
               peserta pelatihan vokasi masimum berusia 40 tahun.



                                                       Page 84 of 101.
   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89   90