Page 576 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 Mei 2019
P. 576
"Kalau dalam pemerintah saja tidak memperhatikan pegawai honorer, apalagi
dengan mereka yang bekerja di swasta?" tutur Rusdi.
Isu lainnya yang akan digaungkan dalam perayaan May Day besok adalah
kesejahteraan pengemudi ojek online.
Saat ini, menurut Rusdi, pengemudi ojek online telah mencapai jutaan orang.
Rusdi mengungkapkan, keputusan suspend atau putus mitra (PM) kerap dilakukan
sepihak oleh operator.
Oleh sebab itu, KSPI meminta pemerintah membuat kebijakan yang lebih adil untuk
pengaturan operator dan pengemudi.
KSPI akan menggelar perayaan May Day pada Rabu (1/5/2019) di Tenis Indoor,
Senayan, Jakarta.
Dalam perayaan tersebut, KSPI akan menyuarakan tuntutan-tuntutan para buruh.
Diperkirakan, jumlah simpatisan dan anggota yang akan hadir dalam perayaan
tersebut sebanyak 50 ribu orang. Mereka datang dari Jakarta, Bogor, Depok,
Tangerang, Bekasi, dan Bandung.
KSPI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, (Jabodetabek), dan Bekasi memastikan
tidak akan menggelar long march dari Bundaran Patung Kuda ke Istana Negara,
Jakarta Pusat pada perayaan May Day 2019 besok.
Hal tersebut dinyatakan Presiden KSPI Said Iqbal saat jumpa pers di sebuah hotel,
Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2019).
Said Iqbal menambahkan, KSPI Jabodetabek akan fokus pada penyelenggaraan May
Day 2019 di Tenis Indoor Senayan.
"Mayday untuk wilayah Jabodetabek akan difokuskan, diselenggarakan di lapangan
Tenis Indoor Senayan pada tanggal 1 Mei mulai pukul 10.00 (WIB)," jelasnya.
"Untuk May Day tahun ini, KSPI tidak menyelenggarakan long march ke Istana
Negara dari titik kumpul Bundaran Patung Kuda, seperti biasanya," sambung Said
Iqbal.
Said Iqbal tak menjelaskan secara detail, mengapa perayaan May Day tahun ini
tanpa long march seperti tahun-tahun sebelumnya.
Namun, mereka tetap akan menggemakan tuntutan buruh mengenai penghapusan
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015, khususnya mengenai
pengupahan.
Page 575 of 656.

