Page 650 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 Mei 2019
P. 650
"Ekosistem kita seperti kanebo kering, kakunya minta ampun. Padahal saat ini
zaman serba digital dan dunia menjadi sangat fleksibel. Cari pekerja skilled tidak
mudah, proses PHK berbelit-belit, hubungan kerja masih seperti power relations dan
jam kerja juga kaku, " lanjut Hanif Dhakiri.
Menurut Hanif Dhakiri, jam kerja yang kaku menyebabkan partisipasi perempuan di
angkatan kerja tidak terlalu tinggi karena harus memilih antara di luar rumah atau di
dalam rumah.
"Jam kerja sangat kaku 8 jam sehari atau 40 jam seminggu. Ini kaku banget.
Mungkin fleksibilitas jam kerja dapat membantu meningkatkan partisipasi
perempuan " ujar Hanif.
Karenanya lanjut Hanif, kakunya jam kerja tersebut perlu didiskusikan atau dikaji
mendalam dari berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) ketenagakerjaan
untuk memastikan iklim atau ekosistem ketenagakerjaan yang kaku bertransformasi
menjadi lebih baik.
"Perlu diskusi mendalam agar ekosistem ketenagakerjaan bisa bertransformasi dari
yang rigid/kaku menjadi lebih fleksibel. Saat ini zaman serba digital dan dunia
menjadi sangat fleksibel, " ujar Hanif didampingi Dirjen Binwasnaker K3 Sugeng
Priyanto, Dirjen PHI Jamsos Haiyani Rumondang, Direktur Persyaratan Kerja Siti
Junaedah dan Karo Humas Soes Hindharno.
Sementara itu, CEO KMK Global Sports CK Song menegaskan selama lebih dari 25
tahun perusahaan hadir di Indonesia melalui 11 perusahaan yang antara lain
berlokasi di wilayah Serang, Tangerang, Jakarta, Sukabumi, dan Salatiga. "Kami
berkomitmen untuk terus melakukan investasi di Indonesia dan membangun SDM,"
ujarnya.(jpnn)
Page 649 of 656.

