Page 646 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 Mei 2019
P. 646
Title JOKOWI TINJAU PABRIK SEPATU DAN MAKAN SIANG BARENG BURUH DI TANGERANG
Media Name jpnn.com
Pub. Date 30 April 2019
https://www.jpnn.com/news/jokowi-tinjau-pabrik-sepatu-dan-makan-siang- bareng-
Page/URL
buruh-di-tangerang
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau sebuah pabrik sepatu di kawasan
Cikupa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten pada Selasa (30/4). Pabrik yang
dikunjunginya kali ini adalah milik PT KMK Global Sports.
Presiden mengunjungi pabrik tersebut didampingi Menteri Sekretaris Negara
Pratikno, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Menteri Ketenagakerjaan
Hanif Dhakiri.
Mantan gubernur DKI Jakarta itu pun berkeliling di pabrik dan menyapa para
pekerja yang sedang beraktivitas. Melihat kedatangan Kepala Negara, mereka
menyambutnya dengan antusias. Beberapa menghampiri suami Iriana itu untuk
bersalaman dan berswafoto.
Usai meninjau pabrik selama satu jam, presiden kemudian berjalan menuju kantin
PT KMK untuk bersantap siang bersama para buruh. Jokowi duduk bersama puluhan
buruh di sebuah meja makan panjang. Menu yang disantapnya pun sama dengan
yang dimakan para pekerja, yakni nasi putih, sayur sop, tempe goreng, telur rebus,
dan buah salak.
"Ya makan siang tadi kan ada tempe, telur, sayur. Saya kira secara gizi dan nutrisi
untuk saya sudah sangat bagus," ujar Presiden kepada para jurnalis seusai santap
siang.
Presiden mengaku banyak berdialog dengan para pekerja selama peninjauan, antara
lain mengenai sudah berapa lama para pekerja tersebut bekerja di pabrik itu dan
mengenai kesejahteraan mereka. Dari obrolan tersebut, beberapa pekerja mengaku
sudah lama bekerja di pabrik, antara 15 sampai 23 tahun.
"Artinya menurut saya atmosfer lingkungan yang ada di PT KMK ini saya kira
memberikan sebuah atmosfer yang baik, lingkungan yang baik, pada karyawan. Ada
kliniknya, saya kira sangat bagus," ungkapnya.
Presiden berpandangan bahwa hal yang paling penting untuk dilakukan adalah
meningkatkan produktivitas lewat peningkatan kemampuan para pekerja. Karena
menurutnya, produktivitas para pekerja itu berpengaruh terhadap produksi pabrik.
"Yang paling penting kita ini meningkatkan produktivitas lewat reskilling, upskilling,
Page 645 of 656.

