Page 105 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 MEI 2019
P. 105
Universitas Padjajaran, kampus Unikom Bandung, Dago, hingga akhirnya
beristirahat di RS Borromeus. Di tempat terakhir itu pula, Faris dan rombongannya
menunggu massa serikat buruh lain untuk bergabung dan kembali melancarkan
aksi.
Pada saat itulah Faris melihat gerombolan massa berpakaian serba hitam muncul
dari belakang rombongan.
"Ketika itu tiba-tiba ada massa menggunakan pakaian hitam dari belakang dan itu
sudah diteriaki oleh polisi dengan mobil Raissa," kata Faris saat dihubungi
CNNIndonesia.com , Kamis (2/5).
Faris ingat polisi yang datang di lokasi mengejar massa sambil berteriak 'pecundang'
sehingga massa yang sudah di lokasi sebelumnya pun merasa gerah.
Tak hanya itu, karena dituduh sebagai koordinator massa, Faris pun ditangkap oleh
polisi. Bukan hanya ditangkap, aku Faris, dirinya pun mendapat pukulan dan
tendangan ke tubuhnya.
Ia baru dibebaskan dari kantor polisi sekitar pukul 16.00 WIB setelah tak terbukti
sebagai provokator.
"Sampai sekarang kita enggak tahu berasal dari aliansi dan individu mana saja
enggak ada. Kita juga sudah cek beberapa kali massa aksi tidak membawa pilok ,
maupun senjata tajam. Cuma amat disayangkan, di depan mata saya sendiri ada
puluhan massa aksi hitam-hitam ditelanjangi dan dipukul di depan publik padahal
mereka belum terbukti salah atau tidak untuk tindakan vandalisme dan merusuh,"
ujar Faris.
Jurnalis Foto Laporkan Dugaan Penganiayaan Saat Demo Buruh Bandung. (CNN
Indonesia/Huyogo) Bukan hanya massa lain, wartawan peliput pun menjadi sasaran
polisi yang berupaya mengamankan massa baju hitam di Bandung. Dua jurnalis foto
yakni Iqbal Kusumadireza dan Prima Mulia mendapatan penganiayaan oleh polisi
saat sedang merekam peristiwa mengamankan massa baju hitam tersebut.
Page 104 of 255.

