Page 29 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 DESEMBER 2019
P. 29
Title RICKY RACHMADI DORONG PMI PURNA KREATIF BERWIRAUSAHA
Media Name merdeka.com
Pub. Date 10 Desember 2019
https://www.merdeka.com/peristiwa/ricky-rachmadi-dorong-pmi-purna-krea tif-
Page/URL
berwirausaha.html
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Dewan Pakar ICMI Pusat dan pengamat ketenagakerjaan asal Partai Golkar, Ricky
Rachmadi, mendorong Pekerja Migran Indonesia (PMI) purna agar kreatif
berwirausaha setelah pulang bekerja dari luar negeri.
"Setelah selesai bekerja dari luar negeri, PMI purna bisa kreatif dengan membuka
usaha atau berwirausaha. PMI bisa menggunakan modal usaha dari hasil selama
bekerja di luar negeri tersebut," jelas Ricky Rachmadi di Jakarta , Selasa (10/12).
Ricky mengatakan, untuk bisa kreatif dalam berwirausaha, PMI bisa mengikuti
program-program yang dilakukan oleh pemerintah, seperti program pelatihan dari
BNP2TKI atau BP3TKI yaitu pemberdayaan PMI purna dan keluarganya.
Menurut Ricky, program pemberdayaan PMI purna oleh BNP2TKI tidak hanya untuk
PMI saja, melainkan keluarga PMI juga bisa mengikutinya. Program pemberdayaan
ekonomi ini bertujuan agar PMI dapat berusaha secara mandiri atau menjadi tenaga
kerja produktif, maju, dan sejahtera.
"Program pelatihan ini bisa diikuti PMI dengan gratis. PMI bisa mengikuti berbagai
pelatihan usaha seperti ketahanan pangan, kuliner, peternakan, kerajinan tangan,
membuka warung, budidaya ayam, jasa, pariwisata, dan ekonomi kreatif lainnya,"
ujar Ricky.
Ia menambahkan, setiap tahunnya BNP2TKI atau BP3TKI di daerah mengadakan
pelatihan pemberdayaan PMI purna dan keluarganya. Jika ingin mengikuti program
itu bisa datang ke BP3TKI terdekat di wilayahnya. Dengan cara seperti ini, PMI bisa
memiliki bekal untuk berwirausaha sehingga uang yang diperoleh selama bekerja di
luar negeri tidak digunakan untuk kegiatan yang konsumtif.
"Saat ini masih banyak PMI yang belum bisa memanfaatkannya, setelah pulang dari
luar negeri mereka banyak membeli hal-hal yang kurang penting sehingga uangnya
habis. Setelah itu mereka bingung, kemudian kembali menjadi PMI lagi tanpa
peningkatan kualitas. Ini kurang tepat, karena sebaiknya sekali saja menjadi PMI.
Page 28 of 88.

