Page 36 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 DESEMBER 2019
P. 36
dan kedua meningkatkan keterampilan para pekerja dan korban PHK untuk
'reskilling' dan 'upskilling' agar semakin produktif dan meningkatkan daya saing,"
ungkap presiden.
Presiden pun meminta para menterinya untuk mempresentasikan mengenai
persiapan detail implementasi mengenai "project management office".
"Siapa yang akan melakukan program ini, kemudian kesiapan 'platofrm' digital dan
alur bisnis proses sepert apa, ketiga skema pencairan dana untuk pembayarannya,"
kata presiden.
Sedangkan terkait program perlindungan sosial pada APBN 2020, Presiden Jokowi
mengemukakan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk Jaminan Kesehatan
Nasional (JKN) sebanyak 96,8 juta jiwa penerima bantuan, Program Keluarga
Harapan (PKH) 10 juta keluarga dan juga untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
sebanyak 15,6 juta keluarga yang disalurkan lewat kartu sembako.
"Kartu sembako, keluarga penerima manfaat dapat memilih bahan-bahan sembako
yang lebih beragam karena jumlah bantuan yang diterima meningkat dari Rp 1,32
juta/keluarga/tahun menjadi Rp 1,8 juta/keluarga/tahun ini perlu juga dilihat
progresnya seperti apa," tegas presiden.
Selanjutnya bantuan pendidikan bagi mahasiswa keluarga tidak mampu yang
berprestasi, pemerintah mengalokasikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk
sebanyak 818 ribu mahasiswa penerima.
"Saya minta, program-program tadi, baik Kartu Pra Kerja, JKN-KIS, PKH, BPNT
segera bisa dilaksanakan secepat-cepatnya dan paling penyaluran kartu betul tepat
sasaran," ujar Presiden.
Diketahui dalam APBN 2020, Presiden Jokowi mengusulkan anggaran untuk Kartu
Pra Kerja berkisar Rp 7,81 triliun. Total anggaran untuk akses digital sebanyak Rp
3,98 triliun dengan target 1,5 juta orang. Secara rinci, akses digital
(skilling/reskilling) terdiri atas anggaran pelatihan sebesar Rp 2 juta, insentif sebesar
Rp 500 ribu per bulan, dan pengisian survei sebesar Rp150 ribu.
Sementara itu, total anggaran untuk akses reguler sebesar Rp 3,83 triliun yang
terdiri atas skilling sebesar Rp 3,06 triliun dengan target 400 ribu peserta dan
reskilling sebesar Rp 765 miliar dengan target 100 ribu peserta.
Adapun rincian untuk akses reguler skilling terdiri atas pelatihan sebesar Rp 6,1 juta,
sertifikasi sebesar Rp 900 ribu, insentif Rp500 ribu per bulan, dan pengisian survei
berjenjang sebesar Rp 150 ribu. Sementara itu, untuk akses reguler reskilling terdiri
atas pelatihan dengan anggaran Rp6,1 juta, sertifikasi sebesar Rp 900 ribu, insentif
sebesar Rp 500 ribu per bulan, dan pengisian survei berjenjang sebesar Rp 150
ribu.
Page 35 of 88.

