Page 45 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 DESEMBER 2019
P. 45
tetapi tetap bisa bekerja secara normal," kata Arief Mulyadi.
Ia mengatakan bagi para penyandang disabilitas, PNM memandang perlu
memberikan kesempatan kepada mereka sesuai kompetensi yang dimiliki, dan
sesuai dengan UU No. 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Hal tersebut dilakukan dengan memastikan, bahwa mereka mendapatkan platform
yang dibutuhkan untuk meraih potensi penuh dan menjadi inovator masa depan,
serta mendukung sistem perekonomian secara inklusi.
Semenyara itu Willy Hendrawan, seorang penyandang disabilitas yang selama satu
bulan terakhir ini menjalani tahapan on The Job Training (OJT) di PLN, dan
ditempatkan di Talent Development bidang Recruitment and Onboarding
Development, mengemukakan pekerjaanya adalah koordinasi dan kerjasama dalam
teamwork, berjalan lancar dan sangat baik.
"Saya dibimbing oleh rekan senior, manajer, dan VP dengan sangat baik, demikian
pula dalam hal komunikasi dilakukan seperti layaknya teman. Dengan demikian
suasana kerja menjadi nyaman. Selain itu apa yang diajarkan dan diarahkan kepada
saya, juga dapat diterima dengan baik oleh kedua belah pihak."
Menurut saya, sebagai BUMN, PLN memperlakukan para karyawan (pekerjanya)
dengan baik di antara mereka, saudara kita yang berkebutuhan khusus ataupun
dengan teman atau rekan kerja lainnya yang tidak membutuhkan perlakuan
(kebutuhan khusus).
Demikian juga dalam berkontribusi, Willy mengaku tidak dibedakan, bahkan rekan
kerja dan atasan juga sangat mendukung secara positif. "Saya bersyukur sekali bisa
diterima di PLN, karena lingkungan yang benar-benar positif."
Dalam proses rekrutmen bagi pegawai berkebutuhan khusus, Psikolog yang juga
Konsultan Psikologi Industri dan Organisasi MSDM profesional, Ronny Hanggoro,
mengemukakan secara umum sebagaimana prinsip seleksi, kami mencari kandidat
sesuai dengan job specification-nya.
"Dengan demikian kita bisa menerima saudara kita yang disabilitas, yang masih
memenuhi kriteria. Artinya dia bisa mengerjakan tugas- tugas yang akan
dibebankan kepadanya. Misalnya seorang tuna netra bisa menjadi operator telepon.
Atau seorang tuna rungu bisa menjadi petugas sortir surat, asalkan ia memenuhi
persyaratan-persyaratan lainnya," ucap Ronny.
Page 44 of 88.

