Page 50 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 DESEMBER 2019
P. 50
Title RICKY RACHMADI DORONG PEKERJA MIGRAN BERWIRAUSAHA
Media Name beritasatu.com
Pub. Date 10 Desember 2019
https://www.beritasatu.com/nasional/589904/ricky-rachmadi-dorong-peker ja-migran-
Page/URL
berwirausaha
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat Ricky Rachmadi,
mendorong Pekerja Migran Indonesia (PMI) purna agar kreatif berwirausaha setelah pulang
bekerja dari luar negeri.
"Setelah selesai bekerja dari luar negeri, PMI purna bisa kreatif dengan membuka usaha
atau berwirausaha. PMI bisa menggunakan modal usaha dari hasil selama bekerja di luar
negeri tersebut," jelas Ricky Rachmadi di Jakarta, Selasa (10/12/2019).
Pengamat ketenagakerjaan asal Partai Golkar ini mengatakan, untuk bisa kreatif dalam
berwirausaha, PMI bisa mengikuti program yang dilakukan pemerintah, seperti dari Badan
Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) atau Balai
Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) yaitu
pemberdayaan PMI purna dan keluarganya.
Menurut Ricky, program pemberdayaan PMI purna oleh BNP2TKI tidak hanya untuk PMI
saja, melainkan keluarga PMI. Program pemberdayaan ekonomi ini bertujuan agar PMI
dapat berusaha secara mandiri atau menjadi tenaga kerja produktif, maju, dan sejahtera.
"Program pelatihan ini bisa dikuti PMI dengan gratis. PMI bisa mengikuti berbagai pelatihan
usaha seperti ketahanan pangan, kuliner, peternakan, kerajinan tangan, membuka warung,
budidaya ayam, jasa, pariwisata, dan ekonomi kreatif lainnya," ujar Ricky Rachmadi.
Ia menambahkan, setiap tahunnya BNP2TKI atau BP3TKI di daerah mengadakan pelatihan
pemberdayaan PMI purna dan keluarganya. Jika ingin mengikuti program itu bisa datang ke
BP3TKI terdekat di wilayahnya. Dengan cara seperti ini, PMI bisa memiliki bekal
berwirausaha sehingga uang yang diperoleh selama bekerja di luar negeri tidak digunakan
untuk kegiatan konsumtif.
"Masih banyak PMI setelah pulang dari luar negeri membeli hal-hal yang kurang penting
sehingga uangnya habis. Setelah itu mereka bingung, kemudian kembali menjadi PMI lagi
tanpa peningkatan kualitas. Ini kurang tepat, karena sebaiknya sekali saja menjadi PMI.
Setelah itu bisa berwirausaha. Kecuali mereka memperkuat kualifikasinya dengan
pendidikan tambahan khusus jika ingin berangkat kembali menjadi PMI," saran Ricky
Rachmadi.
Sesuai data BNP2TKI dari tahun 2015 - 2019, jumlah PMI purna dan keluarganya yang telah
mengikuti program pemberdayaan ekonomi sebanyak 25.380 orang. Sedangkan jumlah PMI
purna berwirausaha dari tahun 2015 - 2019 sabanyak 9.882 orang. Para PMI umumnya
berwirausaha pada sektor ketahanan pangan, pariwisata, ekonomi kreatif, termasuk di
sektor jasa.
Page 49 of 88.

