Page 61 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 DESEMBER 2019
P. 61
Title RI-MALAYSIA TINGKATKAN PERLINDUNGAN TERHADAP PEKERJA MIGRAN
Media Name investor.id
Pub. Date 10 Desember 2019
https://investor.id/business/rimalaysia-tingkatkan-perlindungan-terhad ap-pekerja-
Page/URL
migran
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Pemerintah Indonesia dan Malaysia berkomitmen untuk meningkatkan pelindungan
bagi pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Malaysia. Kedua pihak juga
bekerja sama untuk menyelesaikan prosedur penempatan dan pelindungan PMI
yang belum terselesaikan. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan,
Pemerintah Malaysia sangat terbuka terhadap semua hal yang berkaitan dengan
penempatan dan pelindungan PMI untuk dibicarakan bersama.
"Pemerintah Malaysia sangat perhatian terhadap semua hal yang bisa dibicarakan
dan didiskusikan, termasuk isu beberapa MoU untuk pekerja domestik yang belum
ada pembaruan," ucap Ida Fauziyah dalam keterangan resminya, Selasa (10/12).
MoU antara Indonesia dan Malaysia tentang Penempatan Pekerja Sektor Domestik
telah berakhir sejak tahun 2016. Indonesia sendiri sudah mengajukan pembaruan
MoU sejak tahun 2015. Namun hingga saat belum mendapat kesepakatan.
"Ini juga didorong, kita meminta untuk segera ada respons atau tanggapan propose
yang sudah kita ajukan," ucap Ida Fauziyah.
Selain pembaruan MoU untuk penempatan pekerja sektor domestik, pertemuan ini
juga membahas kebijakan sepihak (uniteral) dari Pemerintah Malaysia. Kebijakan
sepihak tersebut di antaranya kebijakan double medical chek-up serta kebijakan
imigrasi seperti Foreign Worker Centralized Management System (FWCMS), e-VDR
(Visa Dengan Rujukan), dan Imigration Security Clereance (ISC).
"Untuk itu, Indonesia meminta agar kebijakan-kebijakan tersebut ditinjau kembali
dan perlu mendapat kesepakatan bersama. Sehingga, tidak ada salah satu pihak
yang dirugikan," ucap Ida.
Sementara itu, Plt. Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker, Aris Wahyudi, mengatakan,
Indonesia sudah mengajukan rancangan MoU. Rancangan tersebut mencantumkan
inisiasi penempatan melalui mekanisme One Channel Recruitment. Dengan
pertemuan kedua Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dan Menteri Dalam Negeri
Kerajaan Malaysia, Tan Sri Dato' Muhyiddin bin Mohd Yassin, diharapkan proses
pembaruan MoU dapat segera terselesaikan.
"Ke depan, semua pihak harus mengkonkretkan kebijakan One Channel dalam
rekrutmen, agar semua terkonsolidasi, terkoordinasi, dan terdata," ucap Aris.
Page 60 of 88.

