Page 122 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 MEI 2020
P. 122

Title          MAYORITAS PENGUSAHA HOTEL TERIAK TAK MAMPU BAYAR THR
               Media Name     suara.com
               Pub. Date      12 Mei 2020
                              https://www.suara.com/bisnis/2020/05/12/075742/mayoritas-pengusaha-hot el-teriak-
               Page/URL
                              tak-mampu-bayar-thr
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive











               Ketua Umum Perhimpunan  Hotel  dan Restoran Indonesia (  PHRI  ) Hariyadi
               Sukamdani menyebut mayoritas pengusaha hotel sudah tidak mampu membayarkan
               Tunjangan Hari Raya  (  THR  ) ke karyawannya. Ia memperkirakan, sekitar 50
               persen pengusaha perhotelan akan melakukan penundaan pembayaran THR hingga
               akhir tahun.

               "Itu yang kondisinya kering. Sebagian yang punya uang, mungkin cuma memberi 10
               persen, 20 persen, jumlahnya tidak besar, sesuai cashflow mereka," kata Hariyadi,
               ditulis Selasa (12/5/2020).

               Menurut Hariyadi, ketidakmampuan membayar THR kepada karyawan untuk
               Lebaran kali ini lantaran dana (cashflow) perusahaan yang tidak berputar karena
               operasional yang terganggu akibat mewabahnya COVID-19. Padahal, mampu atau
               tidaknya perusahaan membayarkan THR tergantung dana yang dimiliki di tengah
               kondisi aliran dana yang tersendat seperti saat ini.


               "Kembali lagi ke masalah cashflow perusahaan, kalau punya dana, mereka pasti bisa
               bayarkan walaupun tidak penuh. Kalau sama sekali kering (dananya), itu mau tidak
               mau mereka minta tunda," katanya.


               Hariyadi mengatakan situasi yang berat seperti saat ini cukup menekan dunia
               usaha. Namun, ia mengaku pengusaha sudah tidak bisa berkutik jika kondisi
               keuangan mengalami kesulitan.


               "Memang kondisi begini sudah tidak bisa dipaksa apapun itu. Mau didemo, atau
               pemerintah mencabut izin usaha, sudah tidak ada gunanya karena yang penting
               cashflow," katanya.


               Sebelumnya, keluar Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah
               bernomor M/6/HI.00.01/V/2020 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari
               Raya Keagamaan Tahun 2020 di Perusahaan dalam Masa Pandemi COVID-19.
               Dalam surat edaran tersebut, Menaker meminta kepada seluruh perusahaan untuk
               membayarkan THR keagamaan kepada pekerja/buruh sesuai dengan ketentuan
               perundang-undangan. Namun demikian, Menaker membuka ruang untuk berdialog
               mencari solusi bagi pengusaha, serikat pekerja dan pekerja/buruh jika perusahaan
               tidak mampu membayarkan THR sesuai waktu yang ditentukan. (Antara).




                                                      Page 121 of 353.
   117   118   119   120   121   122   123   124   125   126   127