Page 68 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 FEBRUARI 2019
P. 68

Keputusan manajemen Freeport merumahkan sebagian karyawan itu atau yang
               dikenal dengan 'kebijakan furlough' itu menimbulkan reaksi protes dari Pimpinan

               Unit Kerja SP-KEP SPSI PT Freeport yang didukung oleh pengurus DPC SP KEP SPSI

               Kabupaten Mimika pimpinan Aser Gobay.


               Pengurus SPSI berpendapat kebijakan furlough yang diterapkan Freeport di luar

               aturan ketenagakerjaan Indonesia dan mendesak perusahaan melakukan
               perundingan terlebih dahulu dengan serikat pekerja.



               Setelah melalui beberapa kali pertemuan yang difasilitasi Pemkab Mimika, namun

               kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan, maka ribuan karyawan permanen
               Freeport dan perusahaan subkontraktornya melakukan mogok kerja sejak Mei 2017

               di Timika.



               Riza Pratama mengatakan perusahaan menganggap ribuan eks karyawan yang
               memilih mogok kerja tersebut mangkir alias tidak mau bekerja lagi.



               "Pada waktu bulan April 2017 itu ada kelompok lain di luar dari kelompok karyawan
               yang dirumahkan yang mangkir. Perusahaan menganggap mereka tidak mau

               bekerja dengan kita lagi," kata Riza.


               Selama mogok kerja berlangsung sejak Mei 2017 sampai saat ini, para karyawan

               moker menempuh berbagai upaya untuk memperjuangkan nasib mereka termasuk

               menginap selama berminggu-minggu di depan Istana Negara, Jakarta guna

               menemui Presiden Jokowi.

















                                                       Page 67 of 76.
   63   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73