Page 73 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 FEBRUARI 2019
P. 73
produksi Freeport tahun ini hingga 2020 diprediksi akan turun drastis.
Hal itu, katanya, juga akan berdampak kepada pendapatan yang diterima PT
Freeport, sehingga juga akan berimbas kepada jumlah kucuran dana kemitraan
untuk menunjang program pengembangan masyarakat lokal di sekitar area tambang
di Kabupaten Mimika.
"Tentu akan berdampak kepada gross revenue kita. Dana satu persen (dana
kemitraan) itu juga besarannya juga bergantung pada pendapatan PT Freeport.
Kami berharap proses transisi ini paling lambat dalam waktu tiga tahun ke depan
sudah bisa berkembang lagi produksinya. Kalau produksi semakin meningkat maka
sudah tentu akan lebih baik lagi kucuran dana kemitraan kepada masyarakat,"
ucapnya.
PT Freeport kini merencanakan akan mengoperasikan kereta tambang bawah tanah
untuk menunjang operasi tambang masa depannya.
Hingga kini PT Freeport masih menunggu persetujuan dari Pemprov Papua untuk
segera mengoperasikan kereta tambang bawah tanah tersebut.
Selain itu, Freeport juga diberikan waktu selama lima tahun oleh pemerintah untuk
menyelesaikan pembangunan pabrik smelter di Gresik, Jawa Timur, yang nantinya
berkapasitas dua juta dry metric ton (dmt) konsentrat Cu per tahun dan kapasitas
"output" 460.000 katoda tembaga.
Direktur Utama Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan perusahaannya telah
menyiapkan investasi sekitar 2,6 miliar dolar AS atau Rp36,4 triliun dengan asumsi
nilai tukar Rp 14.000 per dollar AS, untuk menyelesaikan pembangunan pabrik
pengolahan hasil tambang itu.
Page 72 of 76.

