Page 75 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 FEBRUARI 2019
P. 75
Pekerja Migran Indonesia. Tahun 2018, terdapat sembilan LTSA yang telah
dibangun, jadi total keseluruhan 31 LTSA sepanjang tahun 2015 sampai 2018.
Menurutnya, LTSA bertujuan untuk mewujudkan efektivitas penyelenggaraan
pelayanan penempatan dan pelindungan pekerja migran serta memberikan efisiensi
dan transparansi dalam pengurusan dokumen penempatan dan pelindungan CPMI
atau PMI, dalam mempercepat peningkatan kualitas pelayanan PMI.
Keberadaan LTSA di Kabupaten Bima sangat penting, mengingat Bima merupakan
pengirim pekerja migran terbanyak nomor lima di Nusa Tenggara Barat. "Dengan
keberadaan LTSA ini, pemerintah berharap bisa mencegah masyarakat Bima
menjadi korban perdagangan manusia. Melalui LTSA, masyarakat akan dibimbing
sesuai dengan prosedur yang benar jika ingin bekerja ke luar negeri, sehingga
mereka tidak menjadi korban," kata Irianto
Sementara itu, Indah Damayanti Putri menegaskan, LTSA di Bima akan memberikan
kepastian kepada pekerja migran untuk memperoleh pelayanan yang mudah, murah
dan solutif. "Dulu sulit, mahal dan tanpa kepastian, sehingga celah itu dimanfaatkan
calo. Akibatnya banyak pekerja migran lebih baik ilegal, sehingga berdampak
adanya persoalan. Sekarang ada perubahan yang tadinya sulit, mahal, lama menjadi
mudah, murah dan ada kepastian, " ujarnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bima , H Nasrullah,
menambahkan, melalui LTSA, masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri bisa
mendapatkan informasi lowongan kerja, mengurus dokumen yang dibutuhkan
seperti paspor, dokumen kependudukan, asuransi BPJS dan juga terdapat desk
Pelayanan Pengaduan Permasalahan Pekerja Migran Indonesia.
R Irianto Simbolon menegaskan pada 2015-2018 telah dibangun keseluruhan 31
LTSA. Pada 2015, 3 LTSA diresmikan di Kabupaten Gianyar, Provinsi Jatim, dan
NTB. Setahun berikutnya dibangun 6 LTSA di Provinsi Kalbar, Kabupaten Kupang,
Page 74 of 76.

