Page 19 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 SEPTEMBER 2019
P. 19
Title INDONESIA-TURKI TANDATANGANI MOU KERJA SAMA KETENAGAKERJAAN
Media Name sindonews.com
Pub. Date 02 September 2019
https://ekbis.sindonews.com/read/1435639/34/indonesia-turki-tandatanga ni-mou-kerja-
Page/URL
sama-ketenagakerjaan-1567399539
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Indonesia dan Turki sepakat memperkuat kerja sama bilateral bidang
ketenagakerjaan. Kerja sama ini diimplementasikan dalam penandatanganan
Memorandum of Understanding yang dilakukan oleh Menteri Ketenagakerjaan M.
Hanif Dhakiri dengan Menteri Keluarga, Tenaga Kerja, dan Pelayanan Sosial Turki
H.E. Mrs. Zehra Zmrt Seluk di sela G20 Labour and Employment Ministers' Meeting.
Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan tindak lanjut pertemuan
bilateral Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dengan Presiden Turki H.E. Mr.
Recep Tayyip Erdogan di sela-sela pertemuan KTT G20 di Osaka Jepang beberapa
waktu lalu.
"Saya mengapresiasi inisiasi pemerintah Turki untuk meningkatkan kerja sama
bidang ketenagakerjaan melalui penandatanganan nota kesepahaman ini. Kerja
sama ini akan memperetat hubungan antara Turki dan Indonesia khususnya di
bidang ketenagakerjaan guna meningkatkan kesejahteraan kedua negara," kata
Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri dalam Pertemuan Bilateral dengan
Menteri Keluarga, Tenaga Kerja, dan Pelayanan Sosial Turki H.E. Mrs. Zehra Zmrt
Seluk, Matsuyama, Minggu (1/9/2019).
Menaker Hanif mengatakan, dengan adanya kerja sama ini akan meningkatkan
kualitas dan kondisi kerja (working life), mengurangi tingkat penganguran, dan
mempromosikan pelatihan vokasi sebagai sebuah motor pendorong dalam
meningkatkan produktivitas dan daya saing tenaga kerja di kedua negara.
"Selain itu, dapat mempercepat strategi pembangunan dalam meningkatkan
kapasitas SDM Indonesia untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur
baik secara fisik maupun mental," kata Hanif.
Nota kesepahaman ini diharapkan dapat mempercepat proses pengakuan
kompetensi SDM Indonesia di pasar kerja Eropa. "Saya berharap Turki dapat
menjadi awal dan pintu masuk. Ketika pengakuan kompetensi SDM Indonesia ini
sudah dilakukan maka akan lebih banyak PMI terampil Indonesia menembus pasar
kerja di kawasan Eropa," kata Hanif.
Dalam kesempatan itu, Menaker Hanif juga menyampaikan apresiasi dan terima
Page 18 of 65.

