Page 20 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 SEPTEMBER 2019
P. 20
kasih atas dukungan dan kerja sama karena Pemerintah Indonesia-Turki telah
bersama-sama menyuarakan pentingnya pemberdayaan kaum muda dan
peningkatan kesempatan untuk masuk dunia kerja sebagai respon terhadap
digitalisasi dan future of work dalam forum-forum internasional seperti G20 ini.
"Dengan terus menjalin kerja sama yang baik, kita dapat saling berbagi pemikiran
dan pengalaman terbaik mengatasi tantangan dunia kerja di era ekonomi digital,
menemukan ide atau pandangan inovatif yang dapat digunakan sebagai rujukan
dalam mempersiapkan kebijakan ketenagakerjaan yang dapat mendukung upaya
untuk mengurangi pengangguran muda di kedua negara," kata Hanif.
Tindak lanjut kerja sama
Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan Indah Anggoro
Putri mengatakan ada 5 cakupan kerja sama yang tertuang dalam nota
kesepahaman ini yaitu hubungan ketenagakerjaan; hukum, kebijakan, standar dan
praktik ketenagakerjaan; pengembangan SDM; keselamatan dan kesehatan kerja
(K3); dan pencegahan pekerja migran unprosedural.
Putri menambahkan cakupan kerja sama itu diimplementasikan dalam bentuk
kegiatan berupa pertukaran informasi, dokumen, pengalaman, dan praktik terbaik;
pertukaran kunjungan oleh para ahli dan otoritas; partisipasi dalam program dan
acara seperti seminar, konferensi, lokakarya yang diselenggarakan oleh satu pihak;
projek bersama; dan aktivitas lain yang relevan.
Setelah penandatangan nota kesepahaman ini dilakukan, pemerintah kedua negara
segera membentuk Komisi Kerja Bersama (Joint Working Commission).
"Pembentukan Komisi Kerja Bersama (Joint Working Commission) untuk
mengimplementasikan ketentuan-ketentuan dalam nota kesepahaman dan
memonitoring implementasinya sehingga tujuan MoU dapat terwujud seperti yang
diharapkan," kata Putri.
Masa berlaku MoU ini tiga tahun dan dapat diperpanjang secara otomatis untuk
periode satu tahun. Hadir dalam pertemuan bilateral dan penandatanganan nota
kesepahaman yaitu Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker Haiyani Rumondang, Konsul
Jenderal RI di Osaka Mirza Nurhidayat, Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri Indah
Anggoro Putri Kemnaker, Direktur Pengembangan Pasar Kerja Kemnaker
Roostiawati, dan Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri
Kemnaker Eva Trisiana.
(akn)
Page 19 of 65.

