Page 4 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 SEPTEMBER 2019
P. 4

menempatkan tenaga kerja terampilnya ke Jepang. Bagi Jepang yang tengah
               mengalami shortage tenaga kerja dan ageing society, dapat mengisi kekurangan
               akan tenaga kerja usia produktif di dalam negeri.

               Kebutuhan SSW di Jepang mencapai 345.150 tenaga kerja. Menaker Hanif berharap,
               Indonesia dapat memenuhi 20 persen dari kebutuhan tersebut, atau sekitar 70.000
               tenaga kerja terampil.

               "Selain itu, hubungan kerja sama bilateral ini diharapkan dapat mempererat
               hubungan kedua negara yang telah terjalin lama," ujarnya.

               Selain SSW, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang juga telah menjalin kerja
               sama pemagangan (Technical Intern Training Program/TITP).

               Hanif berharap pemagangan melalui TITP dapat memberikan kesempatan yang luas
               bagi kaum muda Indonesia untuk mendapatkan pengalaman bekerja (workplace-
               based training).

               "Sehingga, mereka memperoleh kompetensi dan daya saing untuk bekerja di dalam
               maupun di luar negeri atau berusaha mandiri setelah menyelesaikan program
               pemagangan di Jepang," katanya.

               Dia menambahkan, sejak tahun 1993, Kemnaker telah memberangkatkan lebih dari
               80.000 orang peserta pemagangan ke Jepang. Dari jumlah itu, sebanyak 60.000
               orang di antaranya telah kembali ke Indonesia, dan 20.000 orang lainnya masih
               berada di Jepang.

               Pemagangan melalui TITP ini merupakan salah satu optimalisasi penguatan sumber
               daya manusia, selain pelatihan vokasi di balai latihan ketenagakerjaan (BLK) dan
               pemagangan di dalam negeri berbasis jabatan.

               Hanif juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kontribusi Jepang
               karena sudah berinvestasi dan membuka lapangan kerja di Indonesia sehingga
               anak-anak muda Indonesia bisa bekerja di perusahaan Jepang yang ada di
               Indonesia maupun di Jepang itu sendiri.

               Dalam Forum Bisnis Ketenagakerjaan ini, Hanif mengajak para investor untuk
               berberinvestasi di Indonesia khususnya pelatihan bahasa Jepang.

               "Pemerintah Indonesia akan memberikan kemudahan bisnis dan berinvestasi bagi
               para investor yang akan berinvestasi di Indonesia khususnya pelatihan bahasa
               jepang. Saya percaya dengan komitmen untuk berinvestasi di bidang pelatihan
               bahasa Jepang itu maka kerja sama bidang penempatan dan pemagangan akan
               lebih berkelanjutan.".








                                                        Page 3 of 65.
   1   2   3   4   5   6   7   8   9