Page 6 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 SEPTEMBER 2019
P. 6
Adapun, Soeharto menjelaskan, digitalisasi tersebut dapat menjembatani transaksi
uang dari para pekerja migran untuk keluarganya di berbagai wilayah, melalui e-giro
yang memiliki biaya relatif lebih rendah dibandingkan melalui layanan remitansi
konvensional.
"Basis dasarnya giro, jadi pekerja migran dapat mengirimkan uangnya dan uang
tersebut dapat diterima kemudian disimpan di rekening giro keluarganya. Itu dapat
mendorong pengelolaan keuangan secara digital pada masyarakat di pelosok, yang
relatif belum tersentuh [layanan] keuangan konvensional," ujar Soeharto kepada
Bisnis , Senin (2/9/2019).
Menurut dia, layanan Worker Welfare Management System memungkinkan pekerja
migran mengelola dan memantau kondisi keuangan keluarga di daerah asal, pun
sebaliknya melalui transaksi keuangan yang tercatat.
Selain itu, layanan itu pun menurutnya akan dikembangkan untuk dapat
memunculkan informasi pekerjaan bagi calon pekerja migran, seperti profil
pekerjaan, pemberi kerja, serta gaji yang ditawarkan.
Dia menjelaskan, layanan tersebut dapat terkendala oleh minimnya jaringan internet
di pedesaan. Oleh karena itu, Posfin akan bekerja sama dengan induk usahanya
untuk menyediakan akses internet di setiap kantor pos yang tersedia.
Menurut Soeharto, pihaknya akan meluncurkan layanan tersebut pada Desember
2019. Saat ini Posfin tengah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait
untuk merampungkan sistem tersebut, seperti dengan Badan Nasional Penempatan
dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Kementerian
Ketenagakerjaan.
Page 5 of 65.

