Page 40 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 SEPTEMBER 2019
P. 40
"Persiapan teknis terus dimatangkan seperti penyiapan regulasi/dasar hukum
pelaksanaan project, integrasi sistem, sosialiasi project SPSK kepada pemerintah
daerah, serta seleksi Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI)
yang akan berpartisipasi dalam project ini," kata Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif
Dhakiri.
Lebih lanjut Menaker menjelaskan bahwa proses integrasi sistem Indonesia dan
Arab Saudi yang akan digunakan dalam implementasi SPSK telah dilakukan.
Kementerian Ketenagakerjaan telah melakukan training pengoperasian sistem
kepada Atase Tenaga Kerja pada KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah.
Hanif mengatakan bahwa kerja sama SPSK yang pengaturannya dituangkan ke
dalam Technical Arrangement (TA) merupakan tindaklanjut dari hasil kesepakatan
Menaker Hanif dengan Menaker Arab Saudi pada 16 Oktober 2017 lalu.
Sesuai kesepakatan dalam TA, guna memastikan pelaksanaan pilot project SPSK
berjalan baik, kedua pihak akan membentuk Joint Task Force yang bertugas untuk
mengevaluasi dan memonitoring implementasi pilot project SPSK. "Dalam
pertemuan bilateral tadi, kami juga sudah meminta Pemerintah Arab Saudi agar
segera menyampaikan daftar anggota yang akan tergabung dalam Joint Task
Force," katanya.
Menaker Hanif juga menegaskan komitmen Pemerintah Arab Saudi untuk dapat
mengimplementasikan Technical Arrangements.
Dalam pertemuan bilateral itu, hadir Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker Haiyani
Rumondang, Konsul Jenderal RI di Osaka Mirza Nurhidayat, Kepala Biro Kerjasama
Luar Negeri Indah Anggoro Putri Kemnaker, Direktur Pengembangan Pasar Kerja
Kemnaker Roostiawati, dan Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja
Luar Negeri Kemnaker Eva Trisiana.
Page 39 of 65.

