Page 43 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 SEPTEMBER 2019
P. 43

Title          TKI DILARANG BEKERJA INFORMAL DI NEGARA-NEGARA TIMUR TENGAH, INI ALASANNYA
               Media Name     jabar.tribunnews.com
               Pub. Date      02 September 2019
                              https://jabar.tribunnews.com/2019/09/02/tki-dilarang-bekerja-informal- di-negara-
               Page/URL
                              negara-timur-tengah-ini-alasannya
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive











               Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU
               - Perlindungan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negara-negara timur
               tengah masih rendah.

               Hal tersebut diungkapkan Pengantar Kerja Balai Pelayanan, Penempatan dan
               Perlindungan TKI (BP3TKI) Bandung di Indramayu, Budi Susanto saat ditemui
               Tribuncirebon.comdi Lembaga Terpadu Satu Atap dan Penempatan dan
               Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (LTSA PPPMI) Indramayu, Senin (2/9/2019).

               "Sekarang penempatan TKI ke semua negara timur tentang sudah tidak boleh,
               sudah dilarang," ujar dia.

               Dirinya menjelaskan pelarangan tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Nomor
               260 Tahun 2015 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan TKI pada
               Pengguna Perseorangan ke kawasan Timur Tengah .

               Ada 19 negara yang termasuk kedalamnya, yakni Arab Saudi, Aljazair, Bahrain, Irak,
               Kuwait, Lebanon, Libya, Maroko, Mauritania, Mesir, Oman, Palestina, Qatar, Sudan,
               Suriah, Tunisia, Uni Emirat Arab, Yaman, dan Yordania.

               Budi Susanto menegaskan, peraturan tersebut khusus untuk tenaga kerja yang
               informal atau TKI yang bekerja ke persorangan (pembantu rumah tangga).

               Sedangkan untuk tenaga kerja formal dalam artian bekerja di perusahaan atau
               pabrikan itu masih diperbolehkan. Alasan utamanya, ialah karena di negara-negara
               timur tengah belum adanya regulasi mengenai perlindungan pekerja migran di
               negara penempatan. Negara di kawasan Timur Tengah belum memiliki mekanisme
               penyelesaian masalah pekerja migran asal Indonesia, baik berupa komitmen kuat
               dalam memberikan perlindungan maupun undang-undang yang menjamin
               perlindungan para TKI .

               "Di negara sana belum ada undang-undang yang mengatur tentang pekerja yang
               bekerja ke perorangan, kita juga belum ada MoU dan tidak bisa menjamin di sana,"
               ucap dia.




                                                       Page 42 of 65.
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48