Page 75 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 MEI 2020
P. 75
"Hasil survei mencatat 39,4 persen usaha terhenti, dan 57,1 persen usaha
mengalami penurunan produksi. Hanya 3,5 persen yang tidak terdampak," jelas
Ngadi.
Kemampuan bertahan oleh di kalangan dunia usaha juga mengalami keterbatasan.
Sebanyak 41 persen pengusaha hanya dapat bertahan kurang dari tiga bulan.
Artinya pada bulan Agustus usaha mereka akan terhenti.
Sebanyak 24 persen pengusaha mampu bertahan selama 3-6 bulan, 11 persen
mampu bertahan selama 6-12 bulan ke depan, dan 24 persen mampu bertahan
lebih dari 12 bulan.
Sementara dampak Covid 19 pada usaha mandiri membuat usaha menjadi terhenti
dan sebagian mengalami penurunan produksi. Sebanyak 40 persen usaha mandiri
terhenti kegiatan usahanya, dan 52 persen mengalami penurunan kegiatan
produksi.
"Hal ini berdampak 35 persen usaha mandiri tanpa pendapatan dan 28 persen
pendapatan menurun hingga 50 persen," paparnya.
Dampak Covid-19 juga berdampak pada pekerja bebas sektor pertanian dan non-
pertanian atau pekerja "serabutan" yang bekerja jika ada permintaan bekerja. Hasil
survei menunjukkan sebanyak 55 persen pekerja bebas pertanian dan non-pertanian
tidak ada pekerjaan, dan 38 persen order berkurang.
Dilihat dari pendapatan, sebanyak 58 persen pekerja bebas tidak memiliki
pendapatan selama masa pandemi Covid-19 dan 28 persen pendapatan berkurang
sampai 30 persen.
Data Kementerian Ketenagakerjaan per 20 April 2020 mencatat sebanyak 2.084.593
pekerja dari 116.370 perusahaan dirumahkan dan terkena Pemutusan Hubungan
Kerja. Hal ini terjadi karena sejumlah perusahaan mengalami penurunan produksi
bahkan berhenti berproduksi.
Page 74 of 141.

