Page 48 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 SEPTEMBER 2021
P. 48

5 KALI BERTURUT-TURUT, KEMNAKER PERTAHANKAN OPINI WTP DARI BPK

              Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  berhasil  mempertahankan  opini  Wajar  Tanpa
              Pengecualian (WTP) selama 5 tahun berturut-turut. Adapun pencapaian ini berdasarkan Hasil
              Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2020 dari BPK RI.

              "Kami berterima kasih kepada seluruh pegawai kementerian Ketenagakerjaan yang telah bekerja
              keras  menyajikan  sebuah  laporan  keuangan  sesuai  dengan  standar  akuntansi  pemerintahan.
              Capaian ini adalah buah kerja keras kita bersama," kata Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar
              Sanusi dalam keterangan tertulis, Rabu (15/9/2021).

              Anwar mengatakan Kemnaker telah meraih opini WTP pertama sejak tahun 2016, dan berhasil
              dipertahankan pada periode tahun 2017, 2018, 2019, dan 2020. Ia menyebut pihaknya akan
              berupaya untuk mempertahankan capaian ini hingga tahun berikutnya.

              "Capaian  ini  akan  memacu  kita  semua  untuk  bekerja  lebih  keras  lagi,  karena  memang
              mempertahankan itu biasanya lebih susah daripada meraih," terangnya.

              Sementara  itu,  Inspektur  Jenderal  Kemnaker,  Estiarty  Haryani  menambahkan  Menteri
              Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah telah mengamanatkan seluruh jajaran Kemnaker agar Opini WTP
              tersebut terus dipertahankan. Hal ini mengingat opini dari BPK tersebut merupakan cerminan
              tanggung jawab dan akuntabilitas kementerian dalam mengelola keuangan negara.

              Diungkapkannya  penilaian  atas  laporan  keuangan  tersebut  dapat  pemicu  semangat  seluruh
              jajaran  Kemnaker  agar  dapat  bekerja  dengan  lebih  optimal.  Lebih  lanjut  Esty  menjelaskan
              pihaknya  telah  menyiapkan  sejumlah  langkah  untuk  mempertahankan  opini  WTP  dari  BPK.
              Pertama yaitu dengan mengonsolidasi internal Kemnaker dalam rangka meningkatkan kualitas
              tata kelola keuangan.

              "Seluruh unit eselon I mempunyai tanggung jawab yang sama untuk bisa meyakini tata kelola
              keuangannya baik dan akuntabel," jelas Esty.


              Kedua,  memperkuat  pengendalian  dan  pengawasan  terhadap  pengelolaan  keuangan  secara
              periodik. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan pelaporan.

              Esty  juga  mengingatkan  seluruh  jajaran  Kemnaker  untuk  memperkuat  komitmen  mengelola
              keuangan negara dengan sebaik-baiknya, serta dengan sigap melakukan perbaikan-perbaikan
              atas rekomendasi dari BPK.

              "Dan  sekarang  sudah  masuk  ke  semester  kedua,  untuk  itu  kita  harus  meyakini  tata  kelola
              Kementerian Ketenagakerjaan di tahun 2021 pun bisa kita sajikan di dalam laporan keuangan
              yang  nanti  di  awal  tahun  2022  akan  diperiksa  oleh  BPK,  sehingga  opininya  pun  bisa  kita
              pertahankan Wajar Tanpa Pengecualian," tukasnya.










                                                           47
   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53