Page 280 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 280

Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah, Direktur Pengembangan Investasi BPJAMSOSTEK,
              Edwin Ridwan, CFA, FRM serta Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo menyaksikan langsung
              jalannya akad massal yang bertepat di Serpong, Selasa (30/11/2021).

              Dalam  sambutannya  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker),  Ida  Fauziah  mengatakan,  dengan
              terbitnya Permenaker Nomor 17 Tahun 2021 ini merupakan kabar baik bagi peserta program
              JHT  dan  pemberi  kerja  yang  diharapkan  dapat  memberikan  kemudahan  bagi  pekerja/buruh
              untuk memiliki rumah serta membantu pemerintah menyediakan rumah bagi masyarakat.

              Sementara  itu  Direktur  Pengembangan  Investasi  BPJAMSOSTEK  Edwin  Ridwan,  CFA,  FRM
              mengapresiasi langkah pemerintah yang telah melakukan penyempurnaan atas aturan tersebut
              yang diharapkan mampu meningkatkan penyerapan dan penyaluran dari program MLT menjadi
              lebih signifikan dan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh para pekerja yang menjadi
              peserta BPJAMSOSTEK.

              "Kami mengucapkan terima kasih atas terwujudnya kolaborasi yang baik ini. Kepada seluruh
              stakeholder yang mendukung, Kemnaker, Bank BTN, Apindo, serikat pekerja/buruh, serta para
              pengembang dan developer, sehingga pada hari ini kita bisa melaksanakan acara akad massal
              kredit rumah pekerja manfaat layanan tambahan program JHT," terang Edwin.

              Pada  kesempatan  yang  sama,  Direktur  Utama  Bank  BTN,  Haru  Koesmahargyo  dalam
              sambutannya  menyampaikan  bahwa  acara  akad  massal  ini  merupakan  bentuk  sosialisasi
              program MLT dan apresiasi Bank BTN terhadap antusiasme para peserta BPJAMSOSTEK.

              Seperti  yang  diketahui  dalam  Permenaker  nomor  17/2021  terdapat  beberapa  peningkatan
              manfaat antara lain pengalihan Kredit Pemilikan Rumah ( KPR ) dari skema umum/komersial
              menjadi skema MLT. Selain itu nominal Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) juga meningkat
              menjadi maksimal Rp150 juta, KPR sebesar maksimal Rp500 juta, serta Pembiayaan Renovasi
              Perumahan (PRP) naik menjadi maksimal Rp200 juta. Jangkauan program MLT ini juga menjadi
              lebih luas karena selain Bank Himbara, BPJAMSOSTEK juga dapat bekerjasama dengan dan bank
              daerah.
              Kembali  Edwin  menegaskan  bahwa  untuk  mendapatkan  MLT  ini  pekerja  harus  memenuhi
              persyaratan umum diantaranya terdaftar sebagai peserta aktif BPJAMSOSTEK minimal 1 tahun
              kepesertaan, belum memiliki rumah sendiri serta pemberi kerja tertib administrasi kepesertaan
              dan  pembayaran  iuran  BPJAMSOSTEK.  Dengan  demikian  adanya  MLT  ini  diharapkan  juga
              menjadi  daya  tarik  bagi  pekerja  untuk  segera  mendaftarkan  dirinya  menjadi  peserta
              BPJAMSOSTEK.

              "Dengan adanya manfaat layanan tambahan ini, kami berharap bahwa semua pekerja peserta
              BPJS  Ketenagakerjaan  dapat  merasakan  manfaat  serta  tentunya  dengan  program  ini  kami
              berharap dapat mendukung program pemerintah dalam mewujudkan perumahan yang layak
              bagi pekerja," tutup Edwin.

















                                                           279
   275   276   277   278   279   280   281   282   283   284   285