Page 543 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 543
Judul UMP Diprotes, Bahlil: Yang Penting Digaji, Usaha Jangan Dikasih Beban
Tinggi
Nama Media detik.com
Newstrend UU Cipta Kerja
Halaman/URL https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/5835768/ump-
diprotes-bahlil-yang-penting-digaji-usaha-jangan-dikasih-beban-tinggi
Jurnalis Aulia Damayanti
Tanggal 2021-12-01 15:36:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Bahlil Lahadalia (Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal) Kita tahu pandemi ini
tengah melanda negara kita, dan pertumbuhan ekonomi kita positifnya itu kuartal II dan kuartal
III, tapi satu tahun kemarin kasihan minus ini. Ibarat mobil perusahaan itu mobil baru lari, baru
pemanasan, baru ganti oli. Tiba-tiba lagi ditambah beban yang tinggi, ini mobilnya masuk di got
negative - Bahlil Lahadalia (Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal) Artinya saya sampaikan
yuk sama-sama berjiwa besar. Saya hormati teman-teman buruh, saya juga pernah jadi
karyawan juga. Saya menghargai pikiran mereka, tetapi kita harus pada titik tengah yang penting
dapat gaji tetapi usahanya jangan dikasih beban terlalu tinggi
negative - Bahlil Lahadalia (Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal) Kasihan mereka ini,
mereka ini kredit refinancing terus. Bunganya aja dibayar sekarang, sebagian pokok tidak bisa
dibayar. Kalau bertambah beban lagi perusahaan tutup. Kita pilih nahan sedikit, perusahaanya
selamat atau dipaksain perusahaannya bubar dan semua tidak dapat apa-apa
neutral - Bahlil Lahadalia (Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal) Saya pikir perhitungan
dari Kementerian Ketenagakerjaan dan institusi lain yang ditugaskan untuk menghitung besar
UMP itu
Ringkasan
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia
menanggapi buruh yang protes soal kenaikan upah minimum provinsi ( UMP ) yang dianggap
kecil. Menurutnya, saat ini perusahaan masih di tahap pemulihan akibat terdampak pandemi
COVID-19. Maka jika dibebankan lagi dengan kenaikan upah yang tinggi dia khawatir perusahaan
bisa bangkrut dan buruh juga akan kehilangan pekerjaannya.
542

