Page 544 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 544

UMP DIPROTES, BAHLIL: YANG PENTING DIGAJI, USAHA JANGAN DIKASIH BEBAN
              TINGGI
              Menteri  Investasi/Kepala  Badan  Koordinasi  Penanaman  Modal  (BKPM)  Bahlil  Lahadalia
              menanggapi buruh yang protes soal kenaikan upah minimum provinsi ( UMP ) yang dianggap
              kecil.

              Menurutnya, saat ini perusahaan masih di tahap pemulihan akibat terdampak pandemi COVID-
              19. Maka jika dibebankan lagi dengan kenaikan upah yang tinggi dia khawatir perusahaan bisa
              bangkrut dan buruh juga akan kehilangan pekerjaannya.

              "Kita tahu pandemi ini tengah melanda negara kita, dan pertumbuhan ekonomi kita positifnya
              itu kuartal II dan kuartal III, tapi satu tahun kemarin kasihan minus ini. Ibarat mobil perusahaan
              itu mobil baru lari, baru pemanasan, baru ganti oli. Tiba-tiba lagi ditambah beban yang tinggi,
              ini mobilnya masuk di got," kata Bahlil dalam konferensi pers virtual, Rabu (1/12/2021).

              Untuk itu, Bahlil pun meminta buruh untuk berjiwa besar agar tidak memaksakan kenaikan upah
              yang terlalu tinggi.

              "Artinya saya sampaikan yuk sama-sama berjiwa besar. Saya hormati teman-teman buruh, saya
              juga pernah jadi karyawan juga. Saya menghargai pikiran mereka, tetapi kita harus pada titik
              tengah yang penting dapat gaji tetapi usahanya jangan dikasih beban terlalu tinggi," jelasnya.

              Jika dipaksakan untuk kenaikan UMP yang tinggi, hal itu bisa berujung perusahaan yang tidak
              mampu akan bangkrut. Kemudian buntutnya pun berdampak pada pekerja.

              "Kasihan  mereka  ini,  mereka  ini  kredit  refinancing  terus.  Bunganya  aja  dibayar  sekarang,
              sebagian  pokok  tidak bisa  dibayar.  Kalau  bertambah  beban lagi perusahaan  tutup.  Kita  pilih
              nahan  sedikit,  perusahaanya  selamat  atau  dipaksain  perusahaannya  bubar  dan  semua  tidak
              dapat apa-apa," tuturnya.

              Namun,  mengenai  angka  Bahlil  tidak  ingin  berkomentar.  "Saya  pikir  perhitungan  dari
              Kementerian Ketenagakerjaan dan institusi lain yang ditugaskan untuk menghitung besar UMP
              itu," pungkasnya.

              Sebagai informasi, belakangan memang polemik protes buruh soal kenaikan UMP 2022 dinilai
              kecil menjadi perhatian publik.

              Pemerintah diketahui menetapkan rata-rata upah minimum (UM) naik 1,09% tahun depan, dan
              berlaku batas atas-batas bawah. Atas dasar tersebut, buruh pun menuntut adanya kenaikan
              UMP.

              Protes  itu  berujung  rencana  mogok  kerja  yang  akan  dilakukan  mulai  awal  Desember  2021.
              Barulah puncaknya akan digelar mogok nasional para buruh yang mungkin digelar pada 6-8
              Desember.
















                                                           543
   539   540   541   542   543   544   545   546   547   548   549