Page 551 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 551
Judul Khofifah : Penetapan UMK 2022 telah Perhatikan Rasa Keadilan
Nama Media rctiplus.com
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://www.rctiplus.com/news/detail/nasional/1761358/khofifah-
penetapan-umk-2022-telah-perhatikan-rasa-keadilan
Jurnalis Nasional
Tanggal 2021-12-01 15:20:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, keputusan kenaikan Upah
Minimum Kabupaten/ Kota (UMK) di Jatim tahun 2022 diambil dengan memerhatikan rasa
keadilan. Penetapan juga dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian, dan
tentunya menjamin kondisi sektor industri serta ketenagakerjaan yang kondusif di wilayah
setempat.
KHOFIFAH : PENETAPAN UMK 2022 TELAH PERHATIKAN RASA KEADILAN
REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan,
keputusan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/ Kota (UMK) di Jatim tahun 2022 diambil dengan
memerhatikan rasa keadilan. Penetapan juga dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi
perekonomian, dan tentunya menjamin kondisi sektor industri serta ketenagakerjaan yang
kondusif di wilayah setempat.
"Saya berharap seluruh stakeholder memerhatikan serta menerapkan ketentuan tersebut dengan
seksama, kata Khofifah di Surabaya, Rabu (1/12).
Ia menjelaskan, penetapan upah minimum ini merupakan suatu standar minimum yang
ditetapkan oleh pemerintah dan berlaku bagi pekerja atau buruh dengan masa kerja kurang dari
satu tahun pada perusahaan yang bersangkutan. Sedangkan bagi pekerja atau buruh dengan
masa kerja di atas satu tahun, maka pengupahan yang berlaku dengan menggunakan struktur
dan skala upah dan tidak boleh ada pengurangan upah yang sudah berjalan
Agar ketetapan upah minimum diterapkan secara seksama, Khofifah mengingatkan perusahaan-
perusahaan untuk memperhatikan gaji karyawan dengan masa kerja di atas satu tahun. Ia
mengaku, perhitungan upah minimum 2022 menggunakan formula sesuai PP Nomor 36 Tahun
2021, dan data-data statistik yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai dasar perhitungan
penyesuaian UMK 2022.
550

